MEGAPOLITAN

Tolak Penjualan Saham Bir, Mahasiswa Ini Tuding DPRD DKI Doyan Mabuk dan Maksiat

MONITOR, Jakarta – Dukungan terhadap penjualan saham bir di PT Delta Djakarta oleh Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, terus menggalir. Kali ini, dukungan datang dari mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) se-Jabotabek.

Mereka mendatangi kantor DPRD DKI Jakarta di bilangan Kebon Sirih dengan meneriakan kalau para anggota DPRD Jakarta doyan maksiat.

“Para anggota dewan yang menolak menjual saham bir karena mereka doyan mabuk dan maksiat,” terik pendemo.

Ketua FSLDK Mujahid, Robbani Sholahudin, mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung kebijakan Anies yang akan menjual saham bir untuk keperluan dan kemaslahatan warga Jakarta.

“Saya rasa, Jakarta lebih butuh air bersih bukan air beralkohol karena itu kebutuhan warga Jakarta hari ini. Tapi anehnya kenapa anggota dewan yang terhormat menolak penjualan saham bir tersebut,” ujar Mujahid dalam orasinya.

Menurutnya, janji Anies pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu yang ingin merjual saham perusahaan tersebut hingga kini belum juga terealisasi lantaran oleh sejumlah fraksi di DPRD DKI Jakarta.

Penolakan yang dilakukan dewan dengan alasan, karena perusahaan tersebut hingga saat ini masih memberikan kontribusi deviden ke Pemprov DKI Jakarta. Total saham tercatat yang dimiliki Pemprov DKI di Delta sebesar 26,25 persen yang jika Pemprov menjual saham tersebut, Pemprov akan mendapat Rp 1,2 triliun.

“Padahal, dengan uang hasil penjualan tersebut, Pemprov sudah dapat membangun sebanyak 100 ribu jaringan pipa air bersih, membarigun lebih dari 100 sekolah dan membeli lebih dari 240 bus sekolah serta membangun infrastruktur dan fasilitas publik lainnya,” tegasnya.

Oleh karenanya lanjut Mujahid, FSLDK,  Forum sebagai bagian dari masyarakat sipil dan wadah aspirasi pemuda Islam di DKI Jakarta, dengan ini menyatakan sikap sebagai berikut:

Mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk segera menjual saham milik Pemprov DKI Jakarta di produsen Anker Bir, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) karena penjualan bir adalah haram bagi umat beragama di Indonesia, khususnya agama Islam.

“Apalagi dividen dari perusahaan tersebut juga tidak memberikan  kontribusi yang signifikan terhadap APBD DKI,” terangnya.

Mendesak DPRD DKI Jakarta untuk segera menyetujui rencana Pemprov dalam menjual saham perusahaan bir karena rakyat DKI Jakarta labih membutuhkan air bersih, sekolah dan fasilitas publik lainnya daripada air beralkohol.

“Kami pun  menolak caleg-caleg dari parpol di DPRD DKI Jakarta yang menolak penjualan saham bir milik Pemprov DKI Jakarta,” tandasnya.

Tak hanya itu FSLDK pun mengajak rakyat DKI Jakarta untuk tidak memilih caleg-caleg den parpol di DPRD DKI Jakarta yang menoiak penjualan saham bir milik Pempiov DKI Jakarta karena terbukti tidak mendengarkan aspirasi rakyat.

Recent Posts

Kepulangan Jemaah Haji Capai Lebih dari 121 Ribu, Kemenhaj Ajak Jaga Nilai Haji Sepanjang Hayat

MONITOR, Jakarta - Proses pemulangan jemaah haji Indonesia dari Tanah Suci terus berjalan lancar. Hingga Jumat…

7 jam yang lalu

Dirut LPDB Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

MONITOR, Jakarta - Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, secara resmi membuka kegiatan Pekan Kreatif Nusantara (PKN)…

8 jam yang lalu

Fokus pada Pertumbuhan Berkelanjutan, Jasa Marga Kembali Tembus Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali memperoleh pengakuan di kancah internasional dengan masuk…

10 jam yang lalu

Hadapi Kemarau 2026, Kementan Genjot Percepatan Semai, Olah Lahan dan Tanam Padi

MONITOR, Sukabumi - Kementerian Pertanian (Kementan) secara masif meluncurkan Gerakan Percepatan Semai, Olah Lahan, dan…

13 jam yang lalu

17 Jemaah Haji Jombang Mendapatkan Bantuan dari UEA

MONITOR, Jombang — Kementerian Haji dan Umrah terus mengawal fase kepulangan jemaah haji Indonesia hingga…

18 jam yang lalu

Puan: Pemulihan Pascagempa Sulteng Harus Berorientasi pada Pemulihan Kehidupan Warga

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan keprihatinan atas musibah gempa bumi besar…

19 jam yang lalu