Tolak Penjualan Saham Bir, Mahasiswa Ini Tuding DPRD DKI Doyan Mabuk dan Maksiat

1022

MONITOR, Jakarta – Dukungan terhadap penjualan saham bir di PT Delta Djakarta oleh Gubernur Jakarta, Anies Baswedan, terus menggalir. Kali ini, dukungan datang dari mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) se-Jabotabek.

Mereka mendatangi kantor DPRD DKI Jakarta di bilangan Kebon Sirih dengan meneriakan kalau para anggota DPRD Jakarta doyan maksiat.

“Para anggota dewan yang menolak menjual saham bir karena mereka doyan mabuk dan maksiat,” terik pendemo.

Ketua FSLDK Mujahid, Robbani Sholahudin, mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung kebijakan Anies yang akan menjual saham bir untuk keperluan dan kemaslahatan warga Jakarta.

“Saya rasa, Jakarta lebih butuh air bersih bukan air beralkohol karena itu kebutuhan warga Jakarta hari ini. Tapi anehnya kenapa anggota dewan yang terhormat menolak penjualan saham bir tersebut,” ujar Mujahid dalam orasinya.

Menurutnya, janji Anies pada Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu yang ingin merjual saham perusahaan tersebut hingga kini belum juga terealisasi lantaran oleh sejumlah fraksi di DPRD DKI Jakarta.

Penolakan yang dilakukan dewan dengan alasan, karena perusahaan tersebut hingga saat ini masih memberikan kontribusi deviden ke Pemprov DKI Jakarta. Total saham tercatat yang dimiliki Pemprov DKI di Delta sebesar 26,25 persen yang jika Pemprov menjual saham tersebut, Pemprov akan mendapat Rp 1,2 triliun.

“Padahal, dengan uang hasil penjualan tersebut, Pemprov sudah dapat membangun sebanyak 100 ribu jaringan pipa air bersih, membarigun lebih dari 100 sekolah dan membeli lebih dari 240 bus sekolah serta membangun infrastruktur dan fasilitas publik lainnya,” tegasnya.

Oleh karenanya lanjut Mujahid, FSLDK,  Forum sebagai bagian dari masyarakat sipil dan wadah aspirasi pemuda Islam di DKI Jakarta, dengan ini menyatakan sikap sebagai berikut:

Mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk segera menjual saham milik Pemprov DKI Jakarta di produsen Anker Bir, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) karena penjualan bir adalah haram bagi umat beragama di Indonesia, khususnya agama Islam.

“Apalagi dividen dari perusahaan tersebut juga tidak memberikan  kontribusi yang signifikan terhadap APBD DKI,” terangnya.

Mendesak DPRD DKI Jakarta untuk segera menyetujui rencana Pemprov dalam menjual saham perusahaan bir karena rakyat DKI Jakarta labih membutuhkan air bersih, sekolah dan fasilitas publik lainnya daripada air beralkohol.

“Kami pun  menolak caleg-caleg dari parpol di DPRD DKI Jakarta yang menolak penjualan saham bir milik Pemprov DKI Jakarta,” tandasnya.

Tak hanya itu FSLDK pun mengajak rakyat DKI Jakarta untuk tidak memilih caleg-caleg den parpol di DPRD DKI Jakarta yang menoiak penjualan saham bir milik Pempiov DKI Jakarta karena terbukti tidak mendengarkan aspirasi rakyat.