PEMERINTAHAN

Menhaj: IKLHI 2026 Buktikan Peningkatan Layanan Haji

MONITOR, Jakarta – Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menyebut capaian Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) 2026 sebesar 83,28% dengan kategori memuaskan menjadi bukti bahwa transformasi layanan haji mulai dirasakan oleh jemaah. Menurutnya, jika selama ini peningkatan kualitas penyelenggaraan haji lebih banyak dinilai secara kualitatif, kini perbaikan tersebut didukung oleh data kuantitatif melalui hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS).

“Alhamdulillah pelaksanaan haji tahun ini berjalan dengan luar biasa. Terima kasih kepada Bapak Presiden atas terbentuknya Kementerian Haji dan Umrah. Selama ini banyak yang menilai penyelenggaraan haji semakin baik berdasarkan pengamatan di lapangan. Hari ini penilaian itu diperkuat oleh data kuantitatif melalui indeks kepuasan yang disusun BPS,” kata Menteri Haji di BPS Pusat, Kamis (6/8/2026).

Menhaj mengatakan capaian tersebut menjadi lebih bermakna karena diraih pada tahun pertama operasional Kementerian Haji dan Umrah sebagai kementerian baru. Dalam masa transisi sekitar tiga hingga empat bulan, Kementerian Haji dan Umrah menyiapkan penyelenggaraan ibadah haji dengan melibatkan sekitar 7.000 aparatur di seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah kami mampu memberikan layanan sebaik-baiknya kepada jemaah. Ini adalah buah dari doa dan kerja keras seluruh jajaran,” ujarnya.

Menhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparatur Kemenhaj, Petugas Haji, serta seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.

Meski demikian, Menhaj menegaskan hasil survei tersebut bukan menjadi akhir dari upaya perbaikan layanan. Evaluasi tetap dilakukan, terutama pada layanan di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), serta penguatan pelaksanaan istithaah kesehatan.

“Hasil ini menjadi modal kami untuk terus berbenah. Tantangan kami bukan hanya mempertahankan capaian, tetapi meningkatkannya. Prinsip kami sederhana, hari ini harus lebih baik daripada kemarin,” kata Menhaj.

Ia menambahkan, arahan Presiden Prabowo Subianto juga menjadi pijakan dalam pengembangan penyelenggaraan haji ke depan, yakni memastikan manfaat penyelenggaraan ibadah haji semakin dirasakan masyarakat. Salah satunya melalui penguatan penggunaan produk dan bahan konsumsi asal Indonesia dalam rantai pasok haji.

Menhaj juga mengimbau calon jemaah agar mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi kesehatan, kesiapan fisik dan mental, maupun pemahaman manasik. Menurut dia, kesiapan tersebut menjadi bekal penting agar jemaah dapat menjalankan ibadah secara optimal ketika berada di Tanah Suci.

Recent Posts

Padang Dilanda Banjir Besar, Legislator Tekankan Urgensi Sistem Perlindungan Masyarakat

MONITOR, Jakarta - Anggota DPR RI Dapil Sumatera Barat I, Alex Indra Lukman menyoroti bencana…

3 jam yang lalu

Menaker: Penguatan Kompetensi Lulusan Perguruan Tinggi Penting untuk Menjawab Kebutuhan Dunia Kerja

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan penguatan kompetensi lulusan perguruan tinggi menjadi bagian penting…

3 jam yang lalu

BPS Catat Tingkat Kepuasan Jemaah Haji 2026 Naik Jadi 91,45 Persen

MONITOR, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) Tahun…

5 jam yang lalu

Kemenag Terbitkan 40 Buku Digital Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Sila Unduh di Smart PAI

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menerbitkan 39 buku teks utama PAI dan Budi Pekerti untuk jenjang…

9 jam yang lalu

Menaker: ASN Kemnaker Harus Hadirkan Dampak Nyata bagi Masyarakat

MONITOR, Kendari – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan…

12 jam yang lalu

Ojol Jadi Pilihan Seorang Ayah Tunggal Cari Nafkah Sambil Asuh Anak

MONITOR, Kolaka – Menjalani peran sebagai orang tua tunggal bukan perkara mudah. Hal itu dirasakan Tri…

1 hari yang lalu