Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah (dok: Rangga Monitor)
MONITOR, Jakarta – Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dikabarkan tengah berlaku kasar saat berkampanye di Cianjur, Jawa Barat. Sebuah video beredar menunjukkan mantan Danjen Kopassus itu mengayunkan tangannya kepada orang yang berjalan beriringan bersama mobil prabowo, yang saat itu dikerumuni masyarakat.
Menanggapi viralnya video tersebut, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Dahnil Anzar Simanjuntak membantah bahwa Prabowo melakukan tindakan kasar bukan tanpa alasan.
Melalui akun twitter pribadinya juga, Dahniel menyebut bahwa laki-laki yang nampak terkena ayunan tangan Prabowo tersebut adalah seorang aparat keamanan. Kata Dahnil, Prabowo berlaku demikian lantaran geram dengan aparat tersebut karena diduga telah mendorong masyarakat yang saat itu ingin mendekati Prabowo.
Senada dengan Dahnil, Politikus PKS Fahri Hamzah mengatakan sikap Prabowo justru terlihat sangat bijaksana, dimana Prabowo tidak akan membiarkan apapun bentuk kedhaliman menimpa rakyat, termasuk saat aparat keamanan berlaku kasar terhadap masyarakat yang ingin menyapanya.
“Kalau mau tau beda antara Prabowo dengan petahana, lihat Kejadian di Cianjur itu. Sang jenderal takkan membiarkan ada kezaliman di depan matanya. Dia ambil tindakan,” ujar Fahri Hamzah, Rabu (13/3).
“Tapi tindakannya itu dipotret sebagai kejahatan. Ia difitnah karena sikapnya. Mereka ciptakan phobia,” tambah Fahri menjelaskan.
MONITOR, Brebes - Dosen Sekolah Pascasarjana sekaligus Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu…
MONITOR, Brebes - Ratusan pengasuh pondok pesantren se-Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mendeklarasikan komitmen bersama mewujudkan…
Oleh:Ramadhan, M.A.(Ketua PB PMII Bidang Ekonomi dan Investasi) Pemerintahan era baru selalu datang dengan janji…
MONITOR, Ciputat – Kemunculan informasi mengenai Hantavirus yang ramai diperbincangkan di media sosial memunculkan kekhawatiran…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti pengelolaan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah meyakini Undang-Undang tentang Perubahan Ketiga atas…