DPRD DKI Tak Satu Suara soal Waktu Pemilihan Wagub

1019
M Taufik Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta

MONITOR, Jakarta – Kalangan wakil rakyat Jakarta sepertinya belum satu suara dalam menentukan hari dan waktu pelaksanaan pemilihan Wakil Gubenur (Wagub) Jakarta. Ini bisa dilihat dari pernyataan beberapa fraksi di DPRD Jakarta yang mengeluarkan pendapatnya terkait kapan sebaiknya pemilihan Wagub DKI dilakukan.

Fraksi Gerindra misalnya, menginginkan kalau pelaksanaan pemilihan Wagub DKI dilakukan sebelum Pilpres digelar.

“Kami di Gerindra mendorong pemilihan cawagub DKI Jakarta ini secepatnya,” Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra M.Taufik.

Taufik pun memastikan kalau pemilihan cawagub itu tidak akan terganggu kegiatan kampanye calon anggota legislatif yang kini duduk di kursi DPRD DKI Jakarta.

“Ya bisa saja begitu, tapi tergantung komunikasi. Kalau kita lebih cepet lebih bagus. Insya Allah, tidak akan terganggu, kampanye kan bisa sore,” kata Taufik.

Menurutnya, Pemilihan Cawagub DKI Jakarta akan dibahas melalui Bamus DPRD DKI Jakarta. Nantinya, DPRD DKI Jakarta akan membuat tata tertib pemilihan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

“Ya dilaksanakan. Kan ada tahapannya. Tahapannya adalah buat panitia, buat tata tertib, paripurna. Habis rapim, oke, sepakat, bamuskan untuk menentukan jadwal-jadwal tadi gitu lho,” pungkasnya.

Di tempat terpisah Fraksi Golkar justru mengharapkan, pemilihan Wagub digelar setalah Pilpres. Ketua Fraksi Golkar Ashraf Ali mengatakan, kalau Golkar tetap konsisten bersikeras agar penetapan wagub pasca pileg dan pilpres.

“Paripurna wagub harus setelah pileg.
Karena dewan pun sibuk dengan aktifitas berkampanye,” katanya.

Tak hanya itu, Ashraf pun menyebut kalau Golkar pun masih konsisten menolak cawagub yang ditawarkan PKS. Sebab, menurut Ashraf pendamping Anis harus figur yang berkualitas.

“Ini Jakarta tidak bisa dipimpin oleh orang sembarangan. Jadi kita tetap konsisten menolak calon PKS. Kita harapkan setalah pilpres ada calon lainnya,” jelasnya.