PERTANIAN

BKP Kementan Tugaskan CPNS Kawal Program PKU dan PIPL

MONITOR, Jakarta – Setiap tahun Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian mengidentifikasi lokasi-lokasi yang masih terdapat kerentanan pangan di Indonesia dengan basis Kabupaten.

Setelah berhasil meningkatkan status ketahanan pangan wilayah di 177 kabupaten melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari dan Kawasan Mandiri Pangan, mulai tahun 2019 BKP melakukan intervensi melalui Pengembangan Koorporasi Usahatani (PKU) dan Pengembangan Industri Pangan Lokal (PIPL).

Tujuan kegiatan PKU adalah meningkatkan nilai tambah produk komoditas kelompoktani dan kesejahteraan petani.

Sedangkan PIPL bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomi dan ketersediaan pangan lokal melalui peningkatan produksi tepung untuk bahan baku industri pangan.

“Program ini sangat strategis untuk menurunkan daerah-daerah yang statusnya rentan rawan pangan menjadi tahan pangan,” ujar Kepala BKP Agung Hendriadi, dikantornya, Senin (11/3/2019).

Menurut Agung, kegiatan PKU dan PIPL selain dilakukan di daerah oleh Dinas Ketahanan Pangan, pihaknya juga menugaskan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018-2019 untuk melakukan pengawalan langsung di lokasi.

“Kami akan menugaskan CPNS dengan menempatkan mereka di lokasi pengembangan PKU dan PIPL,” ujar Agung.

“Tahap pertama para CPNS ini akan bertugas selama 3 bulan dan nantinya setelah dievaluasi, akan ditambah pada tahap kedua juga 3 bulan,” tambah Agung.

Secara umum, kata Agung, penempatan CPNS bertujuan untuk membekali CPNS lingkup BKP agar memahami sistem pembangunan pertanian, dan secara khusus untuk mengetahui bagaimana proses pengentasan daerah rentan rawan pangan dilakukan.

“Jadi, begitu nanti para CPNS ini selesai bertugas di lapangan, mereka tidak hanya menjadi PNS berkualitas, juga memahami problema dan solusi dalam membangun ketahanan pangan nasional,” urai Agung.

Menurut Agung, para PNS ini nantinya akan difasilitasi biaya operasional untuk kehidupannya berkisar Rp. 3.5 juta – Rp. 4.5 juta setiap bulannya dan biaya tempat tinggal.

Dari jumlah 26 CPNS yang ada di BKP, mereka akan ditempatkan di 13 lokasi kegiatan PKU yakni di daerah rawan pangan, dan 10 titik kegiatan PIPL.

Recent Posts

Buka Sidang Kaukus AIPA, Puan Bicara Penguatan Sentralitas ASEAN dan Nilai-nilai ASEAN WAY

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani membuka sidang ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) Caucus…

25 menit yang lalu

Komisi IX DPR Harap Pergantian Kepala BGN Tak Ganggu MBG, Dorong Ada Evaluasi Program Secara Menyeluruh

Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menghormati keputusan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri dari…

30 menit yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Kelompok Tani Jagung dengan Dukungan KUR

MONITOR, Jember – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong petani membangun skala ekonomi…

2 jam yang lalu

Irjen Kemenhaj Perkuat Pemahaman ASN Baru tentang Peran Pengawasan Intern

MONITOR, Bogor - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI melanjutkan rangkaian Entry Program ASN Hasil…

2 jam yang lalu

Tiga Penerbang Skadron Udara 11 Torehkan Prestasi Gemilang

MONITOR, Makassar - Tiga Penerbang Skadron Udara 11 kembali menorehkan prestasi membanggakan, Mayor Pnb Ahmad…

2 jam yang lalu

Dana Bergulir Bangun Ekosistem Usaha, BMT THS Lombok Jadi Contoh Nyata

MONITOR, Lombok Timur – Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi terus memperkuat peran koperasi sebagai…

2 jam yang lalu