Program Jagung Kementan Berhasil Ditanam di Perbukitan Dompu

1041
Hamparan perbukitan Dompu berhasil menjadi lahan percocokan tanaman jagung program Kementan

MONITOR, Dompu – Luasnya hamparan panen jagung terbukti masih tetap ada sampai hari ini. Salah satunya yang sedang panen raya adalah di Kabupaten Dompu, Provinsi NTB. Perbukitan tanaman jagung menghampar di mana-mana.

Bupati Dompu Bambang M Yasin mengatakan, hal tersebut merupakan bukti keberhasilan program jagung oleh Kementerian Pertanian. Ia menyatakan, masyarakat sangat antusias menanam jagung di beberapa perbukitan.

“Di kabupaten Dompu potensi tanam tahun 2018 seluas 125.000 ha, dan 112.251 ha merupakan bantuan program Kementan. Bulan Maret-April ini areal panen diperkirakan seluas 78.692 ha dan produksi 980.000 ton. Harga pipilan kering masih cukup bagus sekitar Rp 3.500 – Rp. 4.850/kg. Untuk di kecamatan Wajo sendiri potensi tanam seluas 17.600 ha dengan realisasi sampai bulan Februari seluas 9.500 ha. Ini yang harus kita dorong untuk percepatan tanam selanjutnya,” terang Bupati Dompu Yasin, saat panen raya di hamparan jagung seluas 3.000 ha di desa Saneo, Kec. Woja Kab Dompu, Senin (11/3).

Hamparan perbukitan Dompu berhasil menjadi lahan percocokan tanaman jagung program Kementan

Pada era kepemimpinan Bupati Bambang M Yasin, telah ada terobosan kebijakan fokus pengembangan komoditas jagung dan tebu dalam bentuk kawasan. Hasil kebijakan ini mampu berdampak signifikan meningkatkan pendapatan petani dan meingkatkan daya beli masyarakat petani.

Selain Bupati Dompu, hadir pula Dirjen Tanaman Pangan Kementan untuk melihat langsung perbukitan jagung di kawasan tersebut. Dirjen Tanaman Pangan, Gatot Irianto dalam kunjungannya juga diajak meninjau Bendungan Mila di Desa Rababaka & Matua, Kecamatan Woja.

Dam yang diresmikan tahun 2018 lalu bermanfaat untuk irigasi seluas 1.689 ha. Dengan adanya dam ini Indeks Pertanaman yang semula 186% menjadi bisa 300%. Selain manfaat utama irigasi dam ini juga sebagai penyediaan air baku, reduksi banjir, pariwisata, perikanan darat dan konservasi.

Dirjen Tanaman Pangan Gatot Irianto mengungkapkan bahwa panen merupakan sarana mempromosikan keberhasilan pertanaman selama ini. “Kami sepakat dengan Bupati dan Sekda untuk menggerakkan jagung agar memiliki nilai tmbah. Kita dihadapkan pada bagaimana menjual produk primer yang rentan resiko dan nilai tambah terbatas,” ujar Gatot Irianto.

Ditrjen Tanaman Pangan Kementan menyambangi Hamparan perbukitan Dompu sebagai lahan percocokan tanaman jagung program Kementan

“Salah satunya dengan pabrik pakan ternak mini. Keuntungannya kita mampu menyediakan pakan ternak sendiri dan membuka lapangan kerja baru. Tentunya dengan adanya strategi ini dapat meminimalisir kerugian petani saat panen raya,” tambahnya.

Kementan juga telah berkomitmen memberikan bantuan untuk program jagung di Kabupaten Dompu baik penyediaan sarana produksi berupa benih maupun alat pascapanen seperti corn combine dan corn sheller.

“Dengan adanya alsintan ini kegiatan bisa lebih efisien dan bernilai tambah,” ungkap Gatot

Bupati Dompu menambahkan, tahun 2019 ini pada MH sudah tertanam 84.000 ha dari target 150.000ha tahun ini. “Kami sangat antusias dengan jagung ini, saya minta lahan-lahan di Dompu yang masih kosong dapat segera ditanam jagung lagi,” pungkas Yasin