POLITIK

Tak Ada Istilah Kafir untuk Warga Negara, PSI Apresiasi Hasil Munas NU

MONITOR, Jakarta – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memberikan apresiasi terhadap hasil Munas NU terkait tidak ada istilah kafir untuk warga negara. Apresiasi PSI diberikan oleh Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli.

“Rekomendasi Munas Alim Ulama NU sangat penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, khususnya rekomendasi tidak ada istilah kafir untuk warga negara, ini memperkuat Hak-hak persamaan antar warga negara yang sesuai dengan konstitusi kita: UUD 45 Pasal 27 ayat (1) dan Pasal 28D ini prinsip persamaan dan kesetaraan warga negara sekaligus pengakuan, perlindungan, kepastian hukum, istilah ‘kafir’ dalam masalah politik dan sosial memang bermasalah dan diskriminatif,” kata Guntur Romli, Jumat (1/3).

Gun Romli, demikian sapaannya, menjelaskan bahwa rekomendasi juga sesuai dengan fakta sejarah pemerintahan Rasulullah Saw yang tidak menggunakan istilah ‘kafir’ dalam relasi sosial, politik dan ekonomi di zamannya.

“istilah yang dipakai adalah Ahlu Dzimmah dan Mu’ahadah yang merujuk pada komunitas non muslim yang terikat perjanjian dan perlindungan, dan kini di negara-negara Arab muslim istilah kafir juga tidak dipakai karena sudah digantikan dengan istilah ‘muwathin’ yang artinya warga negara,” jelas Gun Romli.

Selain rekomendasi soal tidak adanya istilah kafir dalam warga negara, menurut Guntur Romli, hasil Munas Alim Ulama NU juga penting terkait isu lingkungan.

“Rekomendasi Munas NU soal sampah plastik menunjukkan kepedulian NU terhadap isu lingkungan tidak hanya soal keagamaan saja, termasuk haramnya sistem Multi Level Marketing (MLM) karena mengandung unsur manipulasi, tipu daya, tidak transparan, rekomendasi alim ulama NU bisa menjadi pegangan dan kekuatan moral dalam masyarakat,” pungkasnya.

Recent Posts

IPW Adukan Dugaan Intimidasi dan Pembubaran Ibadah Jemaat GKPI ke Bareskrim

MONITOR, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) melalui Tim Advokasi dan Bantuan Hukumnya mengadukan dugaan…

7 jam yang lalu

STAI Syekh Manshur Dorong Transformasi Pendidikan Islam Menuju Ekosistem Pendidikan Berdampak

MONITOR, Pandeglang - Pendidikan Islam dinilai perlu bergeser dari paradigma pembelajaran yang sekadar berorientasi pada…

7 jam yang lalu

Prof. Ahmad Tholabi Kharlie: Amandemen Konstitusi Harus Menjadi Langkah Terakhir dalam Menata Desentralisasi

MONITOR, Tangsel - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, S.H.,…

10 jam yang lalu

Kemenhaj Buka Opsi Maskapai Alternatif untuk Tekan BPIH 2027

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI membuka opsi penggunaan maskapai alternatif dalam…

13 jam yang lalu

Rekor Pendaftar Terbanyak: 3.420 Abstrak Bersaing Ketat di AICIS+ 2026, 384 Naskah Lolos Seleksi

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Direktorat…

17 jam yang lalu

Kemnaker Minta Peserta MagangHub Batch 2 Tertib Administrasi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meminta peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II tertib memenuhi…

17 jam yang lalu