DAERAH

Budidaya Pisang Indonesia Menggiurkan, Nilai Ekspor 2018 Naik 70,4 Persen

MONITOR, Malang – Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi mengungkapkan budidaya pisang di Indonesia selama pemerintahan Jokowi-JK rupanya menunjukkan kinerja yang membanggakan dalam memberikan kontribusi terhadap pendapatan negara. Volume dan nilai ekspor pisang 2018 dibanding 2017 meningkat tajam.

Melansir data BPS, volume pisang 2018 sebanyak 30.373 ton, naik 67% dari 2017 yang hanya 18.192 ton. Dari volume ini, nilai ekspornya mencapai Rp 204,54 miliar, naik 70,65% dibanding 2017 sebesar Rp 119,86 miliar.

“Ini membuktikan, pengembangan budidaya pisang Indonesia semakin meluas dan produktif, menggiurkan dalam memberikan keuntungan besar. Tentu tidak hanya sekedar dilihat dari meluasnya dalam skala kecil atau kerakyatan, tapi dikembangkan dengan investasi yang cukup besar oleh beberapa perusahaan besar,” demikian diungkapkan Suwandi usai menjadi penguji disertasi mahasiswa Pascasarjana Universitas Brawijaya di Malang, Jumat (29/2). Adapun judul disertasi tersebut yakni Karakterisasi Biologi dan Molekuler Penyebab Penyakit Kerdil Pisang di Kabupaten Kutai Kertanegara yang disusun Surya Sila.

Suwandi menjelaskan dalam usaha budidaya pisang, investasi awal yang dibutuhkan senilai 32 juta per hektar. Sentra pengembangan pisang Indonesia sudah menjamur di banyak daerah. Bahkan budidaya pisang banyak dikembangkan perusahaan besar yang tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga diekspor.

“Sentra pisang di Jawa Timur meliputi Kabupaten Lumajang, Malang. Kemudian Provinsi Lampung ada di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung Barat, dan Pesawaran,” sebutnya.

Provinsi Jawa Barat pun merupakan sentra budidaya pisang, yaitu Kabupaten Cianjur, Sukabumi, Tasik, Ciamis. Sentra pisang lainnya yakni Purbalingga, Kutai Timur, Deli Serdang, Majene dan Kabupaten Pidie.

“Perusahaan besar yang kembangkan pisang di Indonesia adalah group Great Giant Pineaple di Lampung. PTPN VIII pun tanam pisang di Sukabumi,” ucap Suwandi.

Lebih lanjut Suwandi mengungkapkan luas panen pisang nasional mencapai 89.615 hektar, dalam 1 hektar terdapat 1.000 rumpun. Berdasarkan data statistik produksi hortikultura 2017 yang dirilis Direktorat Hortikultura 2018, produksi nasional 7,16 juta ton, dengan produktivitas rata-rata 79,93 ton per hektar.

“Dari luas total ini, luas serangan total OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan -red) pada tanaman pisang di Indonesia di tahun 2017 hanya 2.644 hektar dan di 2018 turun menjadi 2.299 hektar,” ungkapnya.

“Total serangan ini terdiri dari tingkat serangan ringan 70 persen, sedang 20 persen dan berat 10 persen,” sambung dia.

Perlu diketahui, selain OPT utama pada tanaman pisang antara lain layu fusarium, layu bakteri, bercak sigatoka, ulat penggulung daun, disertasi ini fokus mengkaji virus kerdil pisang (Banana Bunchy Top Virus -red). Virus kerdil pisang ditularkan oleh serangga vektor Aphid Pentalonia nigronervosa. Tidak hanya di kebun budidaya, virus kerdil sudah menyerang pada pisang di hutan liar di lokasi riset. Meskipun total luas terserang virus kerdil itu 2 persen dari total serangan penyakit pisang.

Walaupun virus kerdil ini baru ditemukan di Kabupaten Kutai Kertanegara, belum menyebar di kabupaten lain. Selama ini bagi kebun yang terserang, petani mengendalikan virus kerdil dengan mengendalikan serangga vektornya, pengendalian mekanis dan hayati termasuk dibantu dari predator Aphid.

“Sedangkan untuk pencegahan dengan cara kebun membuka secara steril, benih unggul bersertifikat, merawat kebun sesuai kaidah good agriculture practices, intinya adalah mencegah lebih baik dari mengobati,” pungkas Suwandi.

Recent Posts

Prof Rokhmin Paparkan Roadmap Maritim 2045, Targetkan PDB Maritim 15 Persen

MONITOR, JAKARTA - Indonesia menargetkan kontribusi produk domestik bruto (PDB) maritim mencapai 15 persen dan…

13 jam yang lalu

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kemenhaj Benahi Tata Kelola dan Perkuat Layanan Jemaah

MONITOR, Jakarta - Transformasi penyelenggaraan ibadah haji dan umrah dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo…

14 jam yang lalu

Indonesia dan Malaysia Bahas Penguatan Regulasi Pelindungan Anak di Ruang Digital

MONITOR, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid bersama Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil…

15 jam yang lalu

Panen Raya Padi di Indramayu, Produktivitas Meningkat 2,7 Ton/Hektare berkat Extragen dan Pupuk Berimbang

MONITOR, Indramayu - Kelompok Tani (Poktan) Gentong Jaya, Desa Segeran Kidul Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu,…

17 jam yang lalu

Marwan Jafar Salurkan Ratusan Ribu Liter Air Bersih, Desak Solusi Permanen Atasi Kekeringan

MONITOR, Pati - Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar, menyalurkan bantuan…

17 jam yang lalu

Dorong Kemandirian, Menko Muhaimin Buka Jalan Santri Keluar dari Kemiskinan

MONITOR, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar mengajak Kementerian…

1 hari yang lalu