JAWA TIMUR

Panen Raya Padi di Indramayu, Produktivitas Meningkat 2,7 Ton/Hektare berkat Extragen dan Pupuk Berimbang

MONITOR, Indramayu – Kelompok Tani (Poktan) Gentong Jaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mencatat kenaikan produktivitas padi 2,7 ton dari rata-rata 5,6 ton menjadi 8,21 ton per hektare dalam panen raya di lahan seluas 110 hektare, Selasa (20/10/2026).

Ketua Poktan Gentong Jaya, Sarpi mengatakan bahwa peningkatan hasil tersebut dengan penggunaan Pupuk Hayati Cair (PHC) ExtraGen dan pupuk berimbang.

Peningkatan produktivitas itu, jelas Sarpi menjadi dorongan bagi petani untuk melanjutkan penggunaan pupuk hayati yang diterapkan melalui program bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Penggunaan PHC ExtraGen ini berhasil mengurangi pupuk kimia 20 persen, namun hasilnya meningkat. Tanah jadi subur, tanaman hijau sehat jauh dari hama,” kata Sarpi.

Pengukuran hasil panen melalui metode ubinan dalam kegiatan tersebut disaksikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indramayu, unsur Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), serta penyuluh pertanian kecamatan.

Pengukuran ini menjadi bagian penting untuk mendokumentasikan produktivitas panen, meski besaran peningkatan hasil dan kontribusi pupuk perlu dinilai berdasarkan data serta pembanding yang terukur.

“Penggunaan PHC ExtraGen merupakan bagian dari program bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang ditujukan untuk mendorong produktivitas pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia,” ungkap Sarpi.

Sarpi menerangkan penggunaan (aplikasi) PHC Extragen dilakukan pada empat tahap, yakni saat persemaian empat hari sebelum pindah tanam, kemudian pada tujuh, 20, dan 30 hari setelah tanam.

Atas hasil tersebut, Poktan Gentong Jaya berharap dukungan program tersebut dapat berlanjut agar petani memperoleh kesempatan mempertahankan peningkatan produktivitas.

“Harapan serupa juga disampaikan Pak Plt (Pelaksana Tugas) Kepala Dinas Pertanian Indaramayu yang mendukung keberlanjutan program dan mendorong agar usulan petani diteruskan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” terangnya.

Namun, Sarpi menyebut peningkatan hasil panen bukan satu-satunya persoalan yang dihadapi petani di wilayah tersebut. Mereka juga meminta pemerintah memperkuat infrastruktur irigasi sekunder, termasuk pembangunan bendung atau DAM, untuk membantu menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian.

Menurut keterangan petani, sekitar 40 persen lahan pertanian di wilayah itu merupakan lahan tadah hujan. Ketergantungan pada curah hujan membuat kegiatan budidaya rentan ketika pasokan air tidak mencukupi dan menjadi salah satu faktor yang dikaitkan petani dengan kejadian gagal panen.

Karena itu, petani berharap peningkatan produktivitas melalui inovasi budidaya diikuti perbaikan tata kelola air dan infrastruktur irigasi. Keberlanjutan bantuan pupuk hayati dan kepastian pasokan air dinilai sama-sama penting untuk menjaga hasil panen serta pendapatan petani.

Recent Posts

Marwan Jafar Salurkan Ratusan Ribu Liter Air Bersih, Desak Solusi Permanen Atasi Kekeringan

MONITOR, Pati - Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar, menyalurkan bantuan…

56 menit yang lalu

Dorong Kemandirian, Menko Muhaimin Buka Jalan Santri Keluar dari Kemiskinan

MONITOR, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar mengajak Kementerian…

10 jam yang lalu

Menteri UMKM Apresiasi KUM Peduli untuk Perkuat Kapasitas UMKM Kalbar

MONITOR, Pontianak – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengapresiasi peluncuran program…

10 jam yang lalu

Dua Tahun Asta Cita: Kemenag Perkuat Pendidikan, Nutrisi Santri, Ekonomi Umat, dan Kerukunan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama mengungkap sejumlah program yang menjangkau jutaan masyarakat dalam dua tahun…

19 jam yang lalu

MUI: Penundaan Pelaksanaan Wajib Halal Menunjukkan Kekurang Siapan

MONITOR, Jakarta - Ketua Bidang Halal Majelis Ulama Indonesia (MUI), DR. KH Masyhuril Khamis, SH.,…

1 hari yang lalu

Menhaj: Belanja Haji Capai 4 Triliun, UMKM Daerah Harus Ambil Peluang

MONITOR, Gowa - Penyelenggaraan haji bukan hanya urusan perjalanan dan ibadah. Aktivitas jutaan jemaah dan…

1 hari yang lalu