POLITIK

Insinyur dan Sarjana Teknik ATN/STTN/ISTN Deklarasi dukung Jokowi

MONITOR, Jakarta – Kalangan insinyur dan alumni teknik dari ATN/STTN/ISTN berkumpul di Jakarta menyatakan tekadnya untuk mendukung Ir. Joko Widodo menjadi Presiden Republik Indonesia tahun 2019 – 2024 didampingi Wakil Presiden Maruf Amin.

Dukungan kepada pasangan Capres dan Cawapres No 01 ini disampaikan karena Joko Widodo dinilai sejalan dengan gagasan almarhum Prof. Rooseno sebagai pendiri kampus ATN/STTN/ISTN yang sangat nasionalis dan mendukung pembangunan infrastruktur.

Akademi Teknik Nasional (ATN) / Sekolah Tinggi Teknik Nasional (STTN) / Institut Teknologi Nasional (ISTN) adalah kampus teknik swasta pertama di Indonesia yang berdiri sejak tahun 1950. Pendiri kampus ini adalah Prof. Rooseno yang terkenal sebagai Bapak Beton Indonesia.

“Joko Widodo selama 4 tahun terakhir telah melakukan pemerataan infrastruktur dari Aceh hingga Papua, dengan kaidah keteknikan yang tinggi dan memiliki gagasan yang sangat Nasionalis. Hal itu sejalan dengan ideologi kami sebagai insinyur dan alumni teknik yang berwawasan Nasionalis,” tegas Arie Sungkar, Ketua Panitia Deklarasi Dukungan Alumni ATN/STTN/ISTN saat menyampaikan deklarasi bersama ratusan alumni ATN/STTN/ISTN di Rumah Aspirasi, Jakarta, (23 Februari 2019).

Selain gagasan infrastruktur yang nasionalis, Arie menambahkan Jokowi dengan gagasan pemerataan ekonomi yang berkeadilan melalui konsep BBM Satu Harga di seluruh Nusantara serta program pembagian sertifikat gratis untuk rakyat Indonesia sebagai wujud hak atas tanah untuk Rakyat atau reformasi agraria sangat linear dengan gagasan para insinyur dan alumni teknik ATN/STTN/ISTN.

Arie juga menjelaskan Indonesia adalah bangsa yang besar, bangsa yang bermacam budayanya dan beraneka ragam suku juga Bangsa yang hebat dengan pendiri pendirinya. “Maka dibutuhkan seorang pemimpin yang sudah benar benar teruji, pemimpin yang baik, pemimpin yang tidak punya dosa luka masa lalu,” katanya.

Menjelang pelaksanaan pemilu 2019 ini muncul berbagai macam pandangan dan sikap di masyarakat khusus dari sisi akademisi.Hal ini merupakan proses pendewasaan demokrasi yang tidak bisa dihindarkan.

Alumni ATN/STTN/ISTN melihat kepemimpinan bapak Joko Widodo yang sudah terbukti telah menunjukannya keberhasilannya, berpihak kepada kepentingan rakyat dan sudah mempersiapkan kelangsungan bangsa ini dengan baik melalui pembangunan infrastruktur sipil yang menjadi pondasi dasar perekonomian, persiapan menghadapi era industry generasi keempat 4.0 dengan dibangunnya peta jalan atau roadmap infrastruktur back bone kabel bawah tanah dan peluncuran satelit Nusantara Satu untuk aksescinternet dan teknologi informasi menghadapi revolusi yang semakin pesat melewati industri mesin pabrik, otomotif, dan terakhir otomatisasi, dan kekuatan ekonomi Indonesia yang mapan.

“Karena itu, kami alumni ATN, STTN, ISTN yang merupakan salah satu kampus tehnik di Jakarta yang peduli akan masa depan bangsa, ketahanan bangsa melihat bapak Joko Widodo adalah orang baik, punya pemikiran strategis, kapasitas emosional yang baik, dan tidak takut selain kepada Allah SWT Tuhan Maha Esa untuk kelangsungan bangsa ini maka kami siap mengantar, mengawal pemenangan bapak Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden RI tahun 2019-2024. Kami akan bersikap proaktif agar pelaksanaan pemilu 2019 menjadi berintregitas, kualitas dan jauh dari issue SARA, HOAX, Money Politic demi persatuan dan kesatuan kerukunan rakyat Indonesia. Kami juga akan turun blusukan ke tingkat paling bawah untuk penyadaran, pewarasan, dan pencerahan kepada masyarakat untuk melihat dan memilih pasangan Joko Widodo dan KH. Ma’ruf Amin,” ujar Arie.

Dalam masa Pemerintahan Joko Widodo mendatang tahun 2019 – 2024, lanjutnya, diharapkan pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia Indonesia terus dilanjutkan dengan tetao menjaga marwah Nasionalisme yang sesungguhnya bukan Nasionalisme sempit model para Demagog.

Demagog adalah istilah politik yang berasal dari dari bahasa Yunani “demos” yang bermakna rakyat dan “agogos” yang bermakna pimpinan dalam arti negatif. Yaitu pemimpin yang menyesatkan demi kepentingan pribadinya.

“Kita ingin Indonesia Maju dengan Optimisme untuk menatap masa depan yang cerag,” pungkas Arie.

Berikut video deklarasinya :

Recent Posts

Kementerian UMKM Optimalkan Klinik UMKM Bangkit Percepat Pemulihan Pascabencana di Tapanuli Tengah

MONITOR, Tapanuli Tengah - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengoptimalkan Klinik UMKM Bangkit…

2 menit yang lalu

Dirjen PE2HU: Expo UMKM Sulsel Harus Jadi Pintu Masuk Produk Lokal ke Pasar Haji Internasional

MONITOR, Gowa - Kementerian Haji dan Umrah mendorong penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)…

13 menit yang lalu

Kejahatan Ekologis: Karhutla, Hutan yang Hilang, Bencana yang Diwariskan

Oleh: Maria UlfaDosen Ilmu Susastra, Prodi Sastra Inggris, Fakultas Adab & Humaniora,Universitas Islam Negeri (UIN)…

3 jam yang lalu

Menaker Minta Peserta Pelatihan Vokasi Bangun Portofolio, Bukan Sekadar Sertifikat

MONITOR, Bekasi — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meminta peserta Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) memanfaatkan pelatihan untuk…

17 jam yang lalu

Petugas JMTO Ruas Balikpapan-Samarinda Lakukan Pengamanan Lajur Imbas Karhutla

MONITOR, Samarinda - Petugas operasional PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) Ruas Balikpapan–Samarinda (Balsam) sigap menangani…

17 jam yang lalu

Kementan Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

MONITOR, Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pengendalian rabies di Bali melalui penyediaan vaksin,…

17 jam yang lalu