KH. Ma'ruf Amin mengisi Dialog Nasional Keagamaan dan Kebangsaan dengan tema Mengarusutamakan Islam Wasathiyah: Menyikapi Bahaya Hoaks dan Fitnah bagi Kehidupan Keagamaan dan Kebangsaan di Makassar
MONITOR, Makassar – Cawapres nomor urut 01, KH. Ma’ruf Amin, giat melakukan kampanye Islam moderat dan penghentian isu hoaks di berbagai daerah. Ia mengatakan, isu hoaks rentan memecah belah persatuan umat di negeri ini, terlebih menjelang Pilpres.
“Alhamdulillah kemarin saya mengisi acara Dialog Nasional Keagamaan dan Kebangsaan dengan tema Mengarusutamakan Islam Wasathiyah: Menyikapi Bahaya Hoaks dan Fitnah bagi Kehidupan Keagamaan dan Kebangsaan di Makassar, Sulawesi Selatan,” kata Ma’ruf Amin, Jumat (22/2).
Mantan Ketua Umum MUI ini menjelaskan, isu hoaks umumnya terjadi karena ada sejumlah pihak yang ingin menyebarkan paham melalui cara-cara yang menyimpang.
“Saya mengingatkan bahaya hoaks atau berita bohong yang dapat memecah belah bangsa. Maraknya hoaks umumnya disebabkan karena sejumlah pihak ingin menyebarkan suatu paham dengan cara-cara yang menyimpang,” terang ulama asal Banten ini.
Lebih lanjut ia menuturkan, isu hoaks jika dibiarkan maka akan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Untuk itu, ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersatu memerangi hoaks.
“Penggunaan cara-cara yang tidak demokratis, tidak konstitusional, hingga menimbulkan kegaduhan. Sebab itulah hoaks perlu dicegah,” tegasnya.
MONITOR, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…
MONITOR, Jakarta - Serangan militer ilegal Israel dan Amerika Serikat (AS) yang menewaskan pemimpin tertinggi…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak para tokoh agama untuk “turun gunung” dan…
MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menegaskan bahwa struktur APBN Indonesia dirancang…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi…
MONITOR, Tengerang Selatan - Komite Nasional Pengawas Haji (KOMNAS Haji) mendesak Komisi Yudisial (KY) untuk…