PERTANIAN

Kementan Dukung Program Kewirausahaan Petani Muda

MONITOR, Jakarta – Dalam rangka mendukung program kewirausahaan petani muda, Kementerian Pertanian terus mengupayakan digitalisasi pertanian melalui visi besar di BPPSDMP. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, digitalisasi dilakukan untuk merespon keterbatasan tenaga kerja, meningkatkan efisiensi dan produktivitas, serta membangun bisnis proses baru, value baru, konsumen baru, untuk menghasilkan produk baru yang mampu men-disruptive teknologi budidaya konvensional.

Diantara upaya yang dilakukan, melalui precisions farming, marketing online yang tujuannya untuk menekan biaya produksi dan pemasaran sangat signifikan juga akan membuka akses pasar tanpa batas.

Sekretaris Badan PPSDMP, Andriko Noto Susanto, mengatakan lewat digitalisasi, petani dapat melakukan otomatisasi dalam panen, pengolahan tanah, tanam, pengendalian gulma dan organisme pengganggu tanaman, serta pemupukan. Ia menuturkan, biaya produksi yang rendah akibat mekanisasi memungkinkan petani mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan cara konvensional, sehingga dapat memberikan insentif yang lebih baik bagi pemuda milenial yang mengelola lahannya.

“Digitalisasi wirausaha ini akan dapat mempercepat peningkatan kesejahteran petani pada era digital secara terintegrasi sehingga pada gilirannya, dapat mengurangi kemiskinan,” ujarnya saat mengunjungi Politeknik Pembangunan Pertanian Medan, Selasa (8/1).

Lebih lanjut ia menjelaskan, penggunaan program daring dengan berbagai aplikasinya tidak lain dimaksudkan untuk mengefisienkan jaringan distribusi dan penjualan langsung dari sentra-sentra produksi ke konsumen. Sehingga, secara umum akan makin mengefisienkan sektor pertanian dalam arti luas.

“Program terbaru pemerintah melalui regenerasi petani muda dan digitalisasi dapat mengoptimalkan sinergi di bidang pangan dan non pangan dalam mewujudkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, memperluas akses petani ke sistem finansial, serta mengurangi kesenjangan antar daerah,” terangnya.

Dengan tegas ia mengatakan, Pemerintah berupaya terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur agar dapat menciptakan sistem distribusi pangan yang efisien dan efektif, dalam pencapaian swasembada pangan di seluruh daerah dan tingkat nasional.

“Upaya menjadikan petani muda menjadi bahan bakar pembangunan pertanian akan terus dilakukan oleh BPPSDMP dalam upaya menyambut generasi emas Indonesia 2045,” imbuhnya.

Combine harvester yang menghemat biaya panen

Insentif pendapatan yang menarik tanpa harus kena panas, hujan dan lumpur mendorong minat generasi muda milenial turun ke sawah karena sangat menjanjikan. Implikasinya, petani milenial akan lebih innovative, kreatif, responsive terhadap perubahan dan tidak pernah puas dengan apa yang sudah dicapai. Inilah awal dari modernisasi pertanian yang kita dambakan.

Selanjutnya pemasaran online dan off line generasi milenial memungkin akses penjualan semakin terbuka, sehingga dapat menghasilkan harga terbaik. Bagi konsumen, harga tersebut menjadi harga premium, karena barangnya baru, segar dan dari tangan pertama belum kena charge perantara atau yang dikenal sebagai midle man. Pemutusan rantai pemasaran ini penting karena selama ini keuntungan terbesar bukan diterima petani.

Harga mahal yang ditanggung konsumen juga tidak dinikmati produsen. Digitalisasi memungkinkan ada breakthrough pemasaran indirect market ke direct market. Kondisi ini menguntungkan produsen dan konsumen, sehingga dapat membuka peluang kerjasama langsung antara produsen generasi milenial dengan konsumen milenialnya, sesuai dengan syarat, kondisi dan requirement masing masing.

Recent Posts

Kelola Dana Umat, Menhaj Irfan Yusuf: Haji 2026 Harus Bersih!

MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa penguatan…

44 menit yang lalu

Bantu Korban Bencana Sumut, Kemenag Beri Rp50 Juta per Masjid dan Musala

MONITOR, Jakarta - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama menyalurkan bantuan kepada lembaga keagamaan…

2 jam yang lalu

DPR Pertanyakan Nasib Perpusnas Usai Anggaran 2026 Dipangkas Drastis

MONITOR, Jakarta - Komisi X DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Perpustakaan Nasional…

4 jam yang lalu

Kukuhkan 7 Profesor Baru, UIN Jakarta Kini Miliki 151 Guru Besar: Terbanyak di Lingkungan PTKIN

MONITOR, Tangerang Selatan – Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mencatatkan sejarah baru dalam penguatan…

4 jam yang lalu

Haji 2026 Diperketat, Kelayakan Kesehatan Jemaah Kini Ditentukan Lewat Aplikasi

MONITOR, Jakarta - Menjelang keberangkatan ibadah haji Tahun 1447 H/2026 M, Kementerian Haji dan Umrah…

5 jam yang lalu

Kritik Panji Pragiwaksono Memanen Tawa, Melemahkan Publik

Oleh: Teguh Pati Ajidarma* Pandji Pragiwaksono memilih berdiri di panggung stand-up comedy sebagai pengkritik sosial.…

6 jam yang lalu