SUMATERA

Berperan Tingkatkan Kualitas SDM, Mendes apresiasi Akademi Peradaban Desa Bengkulu

MONITOR, Bengkulu – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengapresiasi Akademi Peradaban Desa di Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. Menurutnya, pendidikan vokasional merupakan hal penting dalam meningkatkan sumber daya manusia.

“Saya bangga dengan beliau pendiri Akademi Peradaban Desa Hermen Malik, beliau memiliki jiwa filantropis yang mempunyai tempat-tempat untuk pembangunan desa dan untuk pendidikan vokasional,” ujarnya dihadapan puluhan siswa SMK yang sedang magang di lembaga Akademi Peradaban Desa pada Kamis (7/2).

Dia pun memberi semangat pada pelajar yang sedang magang di Akademi Peradaban Desa. “syarat sukses asal punya kemauan keras dan kalau punya cita-cita harus tekun.” Katanya.

Dirinya akan membantu apa yang bisa dibantu dan bersinergi, seperti membantu pengadaan komputer, dan bantuan mesin jahit. Selain itu, akan membantu memberikan akses untuk sekolah ke tingkat lanjut.

“Sekarang ada program LPDP, bidik misi, kita bisa bantu dorong juga. Kuncinya kemauan dan jangan berhenti,” katanya.

Kemudian dirinya menceritakan pengalamannya saat belajar di luar negeri yang selama empat tahun menyambi sebagai pengantar surat kabar atau koran. “kalau saya bisa, kalian pun pasti bisa, asal mau kerjakeras,” ujarnya menyemangati.

Sementara itu, Dewan Pendiri Akademi Peradaban Desa Hermen Malik yang sekaligus teman Mendes PDTT saat kuliah di Universitas Kentucky, mengatakan bahwa lembaga akademi peradaban desa ini merupakan lembaga swadaya untuk memberikan pelatihan dan pengajaran bagi orang dewasa. Rencana ke depannya mau mendirikan PAUD hingga diploma tentang desa.

“Kalau di Bengkulu, angka pengangguran sekitar 3 persen. Kemiskinan 15 persen. Makanya kita bangun akademi yg bergerak dibidang teknologi perdesaan. Kita memiliki 122 jaringan belajar dan 13 yang sudah kita punya. Semua pegawai sukarelawan, tidak ada yang digaji,” terangnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Akademi Peradaban Desa Medio Yulistiyo mengatakan bahwa lembaga yang berdiri pada 2018 ini terdiri dari 30 orang pengurus yang terdiri dari para aktivis, pakar, dan akademisi. Bergerak di bidang formal, salah satunya ingin menciptakan SMK berbasis tekno preneur, tujuannya mendorong siswa siswi SMK untuk mengolah sektor industri kecil/UMKM.

“Kita dampingi desa, kita juga sebagai konsultan BUMDes. Masyarakat harus siubah dari pendidikan dan cara pandang.

Kita hadir dalam rangka untuk menutup ruang kosong di pemerintah dan tenaga pendamping. Kami lembaga sebagai mitra diskusi Kemendes PDTT, karena memiliki fokus utama terkait pengembangan dan pemberdayaan di desa,” jelasnya.

Selain itu, lembaga tersebut memiliki roko kuliner untuk membantu menjual produk yang kesulitan mendapat akses pasar, kemudian mengadakan pelatihan-pelatihan seperti budidaya tanaman, ternak, menjahit dan lain-lain.

“Kami berharap bisa kerjasama dan saling mendorong dengan Kemendes PDTT karena kita memiliki misi yang sama yaitu pengembangan industri desa,” harapnya.

Recent Posts

Pendorongan Jemaah dari Makkah Berakhir, Layanan Haji Terfokus di Madinah

MONITOR, Jakarta — Proses pendorongan jemaah haji Indonesia dari Makkah menuju Madinah dijadwalkan selesai pada Senin…

4 menit yang lalu

Kunjungi Kelompok Ternak Canghegar, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Dengar Langsung Keluhan Peternak

MONITOR, Bogor – Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Dr. Pamuji Lestari, melakukan kunjungan kerja sekaligus monitoring…

15 jam yang lalu

Puan Tegaskan PLN Harus Mitigasi Dampak Pemadaman Listrik Bergilir

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong PT PLN (Persero) untuk memitigasi dampak…

15 jam yang lalu

4.000 Buruh Pemasok Sepatu Nike Dirumahkan, Waka Komisi IX DPR Dorong Optimalkan Jaring Pengaman Bagi Pekerja

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komis IX DPR RI, Yahya Zaini menyoroti informasi mengenai 4.000…

15 jam yang lalu

Komnas Haji Pertanyakan Urgensi Perluasan Kewenangan OJK Awasi Dana Haji

MONITOR, Ciputat – Komnas Haji mempertanyakan dasar hukum, urgensi, serta landasan filosofis dan sosiologis dari…

19 jam yang lalu

Outlook Ketenagakerjaan 2026 Petakan Tantangan dan Proyeksikan Jutaan Peluang Kerja

MONITOR, Jakarta — Outlook Ketenagakerjaan 2026 yang disusun Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Ketenagakerjaan)…

20 jam yang lalu