DAERAH

Potensi Pengembangan Melati Kabupaten Banjar

MONITOR, Banjar–  Melati (Jasminum sambac) berpotensi untuk dikembangkan guna memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor. Melati dijuluki puspa bangsa, berwarna putih bersih dan memiliki keharuman yang khas. Melati banyak digunakan sebagai bahan roncean untuk rangkaian/dekorasi, aksesoris pengantin tradisional, bahan pewangi teh dan minyak atsiri. Banyaknya penggunaan melati menjadikan bunga ini banyak dibudidayakan di beberapa sentra produksi.

Jenis melati yang sering dijumpai adalah melati putih (Jasminum sambac) dan melati gambir (Jasminum officinale). Rata – rata produksi melati per hektar per hari sekitar 16,2 kg dengan kisaran berat 5 – 20 kg. Sentra melati di Indonesia terdapat di Provinsi Jawa Tengah meliputi Kabupaten Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang dan Purbalingga. Sentra Provinsi Jawa Timur meliputi Kabupaten Bangkalan dan Pasuruan. Sementara Provinsi Kalimantan Selatan terdapat di Kabupaten Banjar.

Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan merupakan salah penghasil bunga melati, kenanga dan mawar. Daerah penghasil bunga terdapat di Kecamatan Martapura (Desa Bincau, Desa Labuan Tabu) dan Kecamatan Karang Intan (Desa Karang Intan, Desa Jingah Habang, Desa Pandak Daun). Potensi sumberdaya bunga hias di lima desa pada Kabupaten Banjar ini cukup besar. Permintaan bunga di dalam maupun di luar kabupaten cukup tinggi. Oleh karena itu, budidaya bunga merupakan peluang usaha yang sangat baik bagi penyerapan tenaga kerja di lokasi tersebut.

Kepala Subdit Tanaman Florikultura, Sumardi Noor dalam kunjungan kerjanya ke petani melati di sentra pengembangan melati di Desa Jingah Habang, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan bahwa potensi pengembangan melati di desa tersebut cukup besar. “Tanaman melati bisa berproduksi sampai umur 12 – 15 tahun jika pemangkasan dilakukan dengan baik.”

Achmadi, seorang petani menyampaikan, “Luas lahan melatinya sebesar 2.890 m2, sedangkan luas lahan keseluruhan di kawasan tersebut berkisar 10 hektare. Panen melati dilakukan setiap pagi (150 gelas) dengan harga Rp 3 ribu – Rp 10 ribu per gelas. Dalam satu hari keuntungan yang diperoleh bisa mencapai Rp 1,5 juta atau rata – rata Rp 4,5 juta per bulan untuk luasan per 3000 m2.” Keuntungan ini cukup fantastis dan luar biasa untuk meningkatkan pendapatan petani di lokasi tersebut.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banjar, Fachry menyatakan, “Desa Jingah Habang, Kecamatan Karang Intan merupakan salah satu sentra melati di Kabupaten Banjar. Di samping melati, Kabupaten Banjar juga memiliki beberapa komoditas lain seperti mawar, kenanga dan kantil. Bunga – bunga ini cukup berkembang karena banyak dipergunakan untuk kegiatan adat dan keagamaan setiap hari sehingga ekonomi masyarakat petani semakin meningkat.”

Dirinya menyampaikan bahwa di samping untuk memenuhi kebutuhan wilayah sendiri, bunga melati dikirim ke Kabupaten Banjarmasin hingga ke Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur. Untuk memotivasi petani, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Banjar terus melakukan pembinaan kepada petani untuk melakukan pemeliharaan dan perawatan agar tanaman dapat berproduksi optimal dan terhindar dari penyakit cendawan dan bakteri.

“Selain itu, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura memotivasi petani untuk melakukan pengolahan dan pengawetan untuk melati yang tidak laku di jual (yang mekar) untuk jadi olahan minyak aromateraphy dan sebagainya, sehingga memiliki nilai tambah bagi petani,” tambahnya.

Fachry menyatakan akan mengembangkan luas areal tanam di Desa Jingah Habang melihat potensi pasar yang semakin berkembang. “Melakukan pelatihan teknis budidaya terutama pemeliharaan dan pengolahan serta pengawetan bunga melati hasil sortiran agar bernilai tambah dan meningkatkan pendapatan,” tutupnya.

Recent Posts

Kemnaker Siapkan Tim Khusus Tindaklanjuti Perselisihan Hubungan Industrial di PT Epson

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) berkomitmen mengawal penyelesaian perselisihan hubungan industrial dan penegakan norma…

3 jam yang lalu

Jemaah Haji Mulai Bergerak ke Arafah, Kemenhaj Imbau Jaga Kesehatan Selama Armuzna

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah menyampaikan bahwa jemaah haji Indonesia mulai diberangkatkan secara…

5 jam yang lalu

Gelar RUPST, Jasamarga Tollroad Maintenance Catatkan Kinerja Positif Sepanjang Tahun Buku 2025

MONITOR, Jakarta — PT Jasamarga Tollroad Maintenance (PT JMTM) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan…

5 jam yang lalu

Kemenperin Siapkan Asesor Profesional untuk Percepat Industrialisasi Nasional

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten…

6 jam yang lalu

Program ‘Jaga Jakarta’ jadi Model Modernisasi Keamanan, SDR Puji Kinerja Polda Metro Jaya

MONITOR, Jakarta - Program Jaga Jakarta dinilai menjadi salah satu inovasi strategis dalam modernisasi sistem…

6 jam yang lalu

Puncak Haji Armuzna Dimulai, Komnas Haji Ingatkan Risiko Jemaah Tersesat dan Serukan “Jemaah Jaga Jemaah”

MONITOR, Makkah — Pergerakan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) resmi dimulai pada…

10 jam yang lalu