BALI-NUSA DUA

Kemendes PDTT apresiasi Kerajinan Ketak Desa Darmaji tembus Pasar Ekspor

MONITOR, Lombok – Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal (Dirjen PDT) Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Samsul Widodo mengunjungi Pusat Kerajinan Anyaman Ketak dan Rotan di Dusun Boyot, Desa Darmaji, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah pada Kamis (31/1)

Ketak atau dalam sebutan lain paku hata, merupakan tanaman paku-pakuan yang bila dilihat sekilas mirip dengan rotan. Ketak sendiri memiliki sifat yang kuat dan liat bila digunakan sebagai bahan kerajinan, hal ini merupakan keunggulan dari ketak untuk kualitas produk anyaman yang dihasilkan.

Dalam kunjungannya, Samsul Widodo mendatangi lokasi pembuatan sekaligus penjualan kerajinan anyaman ketak dan rotan milik Kadri yang sudah berdiri sejak tahun 1995.

Samsul Widodo mengatakan bahwa ekonomi kreatif diyakini mampu menjadi poros ekonomi terbaru Indonesia. Beberapa tahun belakangan ini, industri kreatif menyumbang pemasukan yang tidak bisa dianggap remeh bagi negara. Tak terkecuali industri kerajinan.

“Kerajinan-kerajinan seperti ini bagus untuk dikembangkan, perempuan pasti menyukai model dan jenis kerajinan seperti tas atau kerajinan lainnya. Dan ini akan menghasilkan pendapatan bagi masyarakat jika terus dikembangkan. Apalagi, kerajinan ini di ekspor ke luar negeri,” katanya.

Pengrajin anyaman ketak dan rotan, Kadri menuturkan, bahwa bahan ketak untuk kerajinannya didapatkan dari Kalimantan. Hal ini dikarenakan ketak dari Kalimantan memiliki kualitas yang baik bila dibandingkan dengan ketak dari daerah lainnya. Dari bahan ketak tersebut, Kadri dan pekerjanya bisa menghasilkan beberapa jenis kerajinan seperti meja, kursi, tas, wadah berbagai ukuran, tatakan piring, kotak tisu, hingga kotak untuk hantaran pernikahan.

“Kalau jenis anyaman yang paling laku salah satunya tas anyaman,” kata Kadri sambil menunjuk tas anyaman yang sering disebut dengan round bag. Apalagi, sejak banyak artis pakai tas model ini, banyak yang minat untuk beli,” katanya.

CEO Eco Fashion Week Indonesia, Merdi Sihombing menuturkan bahwa hasil kerajinan dari ketak ini memiliki nilai yang bisa diangkat, termasuk proses pembuatannya yang tidak mudah. Nilai history inilah yang membuat kerajinan-kerajinan handmade banyak diminati dan bernilai ekonomi tinggi.

“Produk-produk kerajinan Indonesia terkenal dengan buatan tangannya, sehingga bisa dipasarkan dengan harga yang lebih tinggi,” ujar Desainer yang identik dengan kain tenun nusantara.

Kerajinan anyaman milik Kadri banyak dipasarkan di Bali, selain itu juga sudah merambah pasar internasional seperti Malaysia dan Singapura. Dari usahanya ini, Kadri sudah merekrut sebanyak 400 pengrajin yang dalam perkembangannya sudah bisa membuka usaha kerajinan anyaman ketak secara mandiri. Saat ini jumlah pekerja yang membantunya di workshop mencapai 20 orang yang bekerja secara bergantian. [Adv]

Recent Posts

Jasa Marga Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi…

7 jam yang lalu

Kemenhaj Mediasi Pengaduan Penundaan Keberangkatan dan Pengembalian Dana Jemaah

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memfasilitasi mediasi antara mitra pemasaran selaku…

11 jam yang lalu

Bursa Wirausaha Unggulan Buka Akses UMKM Naik Kelas

MONITOR, Medan — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui…

12 jam yang lalu

Jangan Sampai Indonesia Punya 97,5 Juta Hektare Kawasan Konservasi yang Hanya Hidup di Atas Peta

MONITOR, Jakarta - Ambisi Indonesia memperluas kawasan konservasi laut hingga 97,5 juta hektare pada 2045…

14 jam yang lalu

Siap-Siap! Kemnaker akan Buka Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 2

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan membuka pendaftaran peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan…

1 hari yang lalu

Kemenhaj Salurkan Bantuan Sosial bagi Warga Terdampak Gempa di NTT

MONITOR, Jakarta — Sebagai wujud kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj)…

1 hari yang lalu