DAERAH

Rahmat Mirzani Djausal Inisiasikan Pendekatan Kebijakan Baru Untuk Tekan Kasus Narkoba di Lampung

MONITOR, Bandar Lampung – Narkoba menjadi salah satu ancaman bagi masa depan bangsa Indonesia, karena penyasar anak muda. Berdasarkan penelitian terakhir Badan Narkotika Nasional (BNN) 27 persen pengguna narkoba merupakan kalangan pelajar dan mahasiswa. Angkat tersebut diprediksi akan terus meningkat dengan banyaknya varian baru narkoba dan permintaan yang terus melonjak.

Provinsi Lampung menjadi salah satu daerah yang selama tahun 2018 mengalami peningkatan kasus narkoba, dengan jumlsh kasus mencapai 2300 kasus. Lampung kini tidak hanya sebagai tempat transit narkoba, tapi sudah menjadi konsumen narkoba peringkat ketiga di Pulau Sumatera. Prestasi yang sangat mengkhawatirkan bagi generasi muda Lampung, yang harus segera ditangani dengan serius oleh semua pihak.

Merespon hal tersebut, Tokoh Muda Lampung, Rahmat Mirzani Djausal berkomitmen untuk melakukan segala upaya untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba. Dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, Indonesia menjadi target pasar narkoba Internasional, dengan sasaran anak muda. Setiap tahun jumlah sitaan bertambah, kasus bertambah, dan semakin banyak generasi muda kita yang harus kehilangan masa depannya karena penyalahgunaan narkoba.

“Laporan terakhir mengenai kasus penyalahgunaan narkoba di Lampung sangat mengkhawatirkan. Sebagai putra daerah yang berkomitmen untuk memberantas peredaran dan penggunaan narkoba. Berbagai langkah sudah kita siapakan diantaranya mendorong pemerintah untuk memperketat pengamanan, dan untuk langkah preventif kita menjaring generasi muda sebagai garda terdepan pencegahan,” Jelas Rahmat Mirzani Djausal saat diwawancarai di Bandar Lampung, Sabtu (26/1/2019).

Calon Anggota Legislatif DPRD Provinsi Lampung Dapil Bandar Lampug Partai Gerindara tersebut menjelaskan pendekatan dalam mencegah narkoba yang selama top down, harus diubah menjadi bottom up dengan melibatkan anak muda. Karena mereka akan lebih mudah melakukan sosialisasi dan pencegahan melalui jaringan-jaringan pertemanan serta pendekatannya akan lebih soft. “Harus ada perubahan pendekatan kebijakan untuk menyelesaikan masalah narkoba di Lampung, dengan memadukan antara kebijakan top down dengan bottom up dengan melibatkan peran aktif generasi muda, yang selama ini kurang dilibatkan dalam pencegahan narkoba,” tegasnya.

Recent Posts

Mentan Amran Kawal Harga Telur Peternak, Model Sidrap Dinilai Layak Diterapkan Nasional

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat langkah perlindungan terhadap peternak ayam petelur menyusul…

32 menit yang lalu

Menteri Maman: Revisi UU UMKM untuk Perkuat Pelindungan dan Daya Saing UMKM

MONITOR, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menghadiri rapat kerja…

5 jam yang lalu

Hadapi Risiko Pekerjaan Tergeser AI, Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja

MONITOR, Jenewa — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengajak negara-negara anggota Asia Pacific Group (ASPAG), memperkuat…

5 jam yang lalu

IPW: Keberhasilan Polda Metro Jaya Ungkap Curanmor Selamatkan Ekonomi Rakyat Kecil

MONITOR, Jakarta – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, mengapresiasi kinerja Polda Metro…

6 jam yang lalu

Resmi Naik Per 10 Juni! Ini Daftar Harga Terbaru BBM Pertamax Cs dan Penjelasan Resmi Pertamina

MONITOR, Jakarta – PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Commercial & Trading, PT Pertamina Patra Niaga,…

6 jam yang lalu

Indonesia Gaungkan Kolaborasi Industri Masa Depan pada Forum BRICS 2026

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali memperkuat peran Indonesia dalam kerja sama industri global…

22 jam yang lalu