SUMATERA

Dafryan Anggara Dorong Kebijakan Jaminan Gizi Balita di Bandar Lampung

MONITOR, Bandar Lampung – Setiap tanggal 25 Januari diperingati sebagai Hari Gizi Nasional (HGN), yang pada sejarahnya merupakan respon atas kondisi kemiskinan dan kurangnya pengetahuan tentang makanan sehat di Indonesia. Peringatan tersebut dimulai pada tahun 1950 dengan dibentuknya Lembaga Makanan Rakyat. Stuning merupakan kondisi perlambatan pertumbuhan balita diakibatkan kekurangan gizi.

Setelah 59 tahun usaha perbaikan gizi rakyat, hingga saat ini belum semua masalah gizi dapat teratasi. Data terakhir World Health Organization (WHO) menyebutkan 9 juta anak Indonesia tidak mendapatkan gizi yang baik, salah satunya Provinsi Lampung dengan tingkat gizi anak rendah di Indonesia sebesar 42 persen, dan 32 persen di Ibukota Bandar Lampung.

Peringatan HGN tahun ini, harus dijadikan momentum evaluasi dan upaya peningkatan penyelesaian masalah gizi dari berbagai pihak, karena menyangkut masa depan Lampung dan Indonesia.

Tokoh Muda Lampung, Dafryan Anggara menyoroti masalah gizi yang serius di Lampung, karena angkanya tinggi dan terus naik tiap tahunnya. Meskipun sudah banyak terjadi perkembangan ekonomi dan teknologi masalah gizi masih belum bisa teratasi dengan maksimal oleh pemerintah. Jaminan kesehatan masyarakat melalui edukasi, pencegahan, serta penangulangannya merupakan tanggung jawabnya pemangku kebijakan.

“Hari Gizi tahun ini, persoalan di Lampung masih sama yakni rendahnya gizi para balita, sekelas kota Bandar Lampung angkanya saja lebih dari 32 persen. Hal tersebut harus diakhiri dengan adanya kebijakan kesehatan yang menyeluruh, sejak masa kandungan berupa edukasi, dan langkah-langkah pencegahan lainnya. Pemerintah harus responsif agar kita tidak terus tertinggal dengan bangsa lain, karena belum selesai menjamin gizi masyarakat,” tegas Dafryan Anggara di Bandar Lampung, Sabtu (26/1/2019).

Calon Anggota Legislatif DPRD Kota Bandar Lampung Dapil II Partai Gerindra tersebut menambahkan pendekatan kebijakan untuk mengatasi masalah gizi di Provinsi Lampung harus dilakukan melalui struktur berupa kebijakan, serta kultural melalui pembiasaan hidup sehat lewat kurikulum pendidikan dan sosialisasi dari tingkat bawah.

“Kedepan kita akan mendorong kebijakan Bandar Lampung sehat untuk menjamin setiap orang dapat memperoleh jaminan kesehatan, terutama para ibu dan balita untuk mengatasi persoalan gizi,” tutupnya.

Recent Posts

Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center dalam Marketing Center of Excellence Danantara Indonesia

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk didapuk sebagai mentor untuk Command Center Management…

52 menit yang lalu

Kosmetik Bermerkuri Masih Banyak Beredar, Komisi IX DPR Desak Pengawasan Lebih Agresif

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyoroti temuan 14 produk…

11 jam yang lalu

Puan Soroti Isu Perundungan di Balik Kasus Bom Rakitan, Dorong Penguatan Iklim Sekolah Aman Bagi Anak

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti isu perundungan di balik kasus peledakan…

11 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Transformasi Tata Kelola UMKM Melalui SAPA UMKM

MONITOR, Lombok Barat – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk mewujudkan transformasi…

15 jam yang lalu

Kemenag Tegaskan Madrasah Harus Bebas Kekerasan, Dirjen Pendis: Dorong Kurikulum Berbasis Cinta Lewat Matamuda 2026

MONITOR, Jakarta - Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Amien Suyitno, menegaskan bahwa madrasah…

18 jam yang lalu

Anak Gunung Krakatau Aktif, Waka Komisi V DPR Ingatkan Pentingnya Keamanan Masyarakat dan Jalur Pelayaran

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras menekankan pentingnya…

23 jam yang lalu