Jokowi Didukung Banyak Alumni Perguruan Tinggi, TKN: Masyarakat Ingin Pemimpin Rasional

1005
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN), Abdul Kadir Karding

MONITOR, Jakarta – Deklarasi Dukungan Alumni UI dan Perguruan Tinggi terhadap Calon Presiden Nomor Urut 01 Jokowi-Ma’ruf yang dilaksanakan di Plaza Tenggara Komplek Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu 12 Januari 2018 kemarin dianggap sebagai energi positif oleh Tim Kampanye Nasional (TKN).

Wakil Ketua TKN, Abdul Kadir Karding mengatakan Dukungan alumni sejumlah perguruan tinggi seperti UI,  Universitas Airlangga, ITB, ITS, UNDIP, Universitas Jember, UGM, dan perguruan tinggi lainnya memberi energi positif bagi pasangan Jokowi-Maruf.

“Dukungan para alumni perguruan tinggi adalah bukti apresiasi kalangan pendidik sekaligus terdidik atas capaian kinerja Pak Jokowi. Pak Jokowi dalam menjalankan pemerintahannya tdk cuma Kerja, tp juga berpikir. Beliau (Jokowi) mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan mencerdaskan kehidupan bangsa,” terang Karding melalui rilis yang diterima di Jakarta, Minggu 13 Januari 2019.

Calon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo saat menghadiri deklarasi alumni Universitas Indonesia mendukung Jokowi-Maruf

Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa ini mengatakan, dukungan ini menjadi penegas bahwa hoax atau fitnah yang dialamatkan kepada Pak Jokowi tdk punya pengaruh signifikan terhadap kelompok masyarakat terdidik. Kinerja Pak Jokowi tetap mendapat tempat di hati Masyarakat yang menjunjung tinggi akal sehat dan rasionalitas.

Karding menambahkan,dukungan para alumni perguruan tinggi diharapkan menjadi energi baru dalam pembentukan simpul2 kantong pemenangan Jokowi-Maruf. Mereka bs memainkan peran meredam hoaks dan fitnah yang dialamatkan kepada Pak Jokowi. Caranya dg menjelaskan kepada masyarakat fakta-fakta kinerja yang telah dilakukan Pak Jokowi.

“Sudah saatnya kontestasi dalam demokrasi dilakukan dengan cara2 bermartabat dan berakal sehat. Sikap fitnah dan menjelek2an hanya akan membuat bangsa ini kehilangan keakraban dan berpotensi terjebak dalam perpecahan.” Tegas Kadir Karding.