Mentan Amran Bangga, RTM di Tasikmalaya Produksi DOC Sendiri

1007
Mentri Pertanian, Andi Amran (foto : Istimewa)

MONITOR, Tasikmalaya – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bangga beberapa RTM (Rumah Tangga Miskin) yang dikoordinir oleh Bumdes di Tasikmalaya saat ini sudah bisa memproduksi anak ayam umur sehari (Day Old Chicken = DOC) ayam kampung. Hal tersebut Ia sampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Desa Kiarajangkung Kecamatan Sukahening Kabupaten Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat untuk melihat langsung hasil bantuan Kementan, yaitu Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) pada hari ini Jumat (11/01).

Menteri Pertanian ikut senang ketika menyaksikan para RTM di desa Kiarajangkung panen telur hasil produksi mereka dan sekaligus panen bibit anak ayam umur 1 hari (DOC) yang diusahakan oleh BUMDES AMANAH Desa Kiarajangkung. “Ini hebat, hebat dan luar biasa hasilnya, masyarakat sudah bisa produksi DOC sendiri, aku bangga. Alhamdulillah. Program kami tidak sia-sia”, ucap Mentan dengan penuh semangat. “ini harus dikembangkan usahanya”, tambahnya.

Program Bekerja merupakan upaya Kementerian Pertanian untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan melalui kegiatan pertanian yang terintegrasi dalam rangka pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat miskin. Pada tahun 2018 Program tersebut telah dilaksanakan di 10 provinsi, 22 kabupaten dan 807 desa yang melibatkan 200.000 Rumah Tangga Miskin (RTM). Saat ini sebagian besar RTM sebagai penerima manfaat dari program tersebut telah menuai hasil. Salah satunya Kabupaten Tasikmalaya merupakan salah satu kabupaten penerima bantuan program Bekerja.

Kabupaten Tasikmalaya menerima bantuan ayam kampung petelur unggul sebanyak 590.100 ekor yang didistribusikan ke 5 kecamatan (Sukahening, Cikatomas, Salopa, Jatiwaras dan Sodonghilir), 48 desa dan 11.802 RTM. Setiap RTM menerima bantuan sebanyak 50 ekor yang dilengkapi dengan kandang, pakan untuk pemeliharaan selama 6 bulan, pelayanan vaksin dan obat hewan, serta pendampingan secara intensif (Bimbingan Teknis).

Pada kunjungan tersebut, Mentan Andi Amran Sulaiman didampingi oleh Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat dan Sesditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Nasrullah beserta jajarannya langsung terkesima melihat keberhasilan program tersebut. Menurutnya ini adalah hasil nyata bantuan dari Presiden Joko Widodo pada beberapa bulan lalu dan kini terbukti menuai hasilnya.

Mentan mengatakan, keterbatasan bibit ayam menjadi salah satu masalah dalam usaha pengembangan ayam kampung. Untuk itu, Ia berharap Rumah Tangga Miskin (RTM) yang saat ini sudah mulai memproduksi telur dapat diarahkan untuk menjadi suplier Usaha Penetasan Telur Ayam Kampung yang dikoordinir oleh BUMDES setempat. “Saya berharap dengan program Bekerja ini cita-cita Desa Mandiri Bibit Ayam Kampung Unggul dapat terwujud”, tukasnya.

Pada kesempatan tersebut, Mentan Andi Amran Sulaiman juga menyerahkan bantuan berupa mesin tetas sejumlah 96 unit kepada 48 BUMDES yang ada di Kabupaten Tasikmalaya. Ia berharap programnya ada keberlanjutan, sehingga RTM mampu mengembangkan usahanya di perdesaan. Selain itu Ia juga memberikan bantuan ternak domba sebanyak 2 ekor kepada kelompok ternak untuk dibudidayakan.

“Saya berharap ada peningkatan produktivitas ekonomi masyarakat miskin di pedesaan yang berbasis pertanian , sehingga dapat menjadi solusi membantu pengentasan kemiskinan di Indonesia”, ujar Andi Amran Sulaiman. “Ini tentunya sesuai arahan Presiden Jokowi bahwa pengentasan kemiskinan merupakan salah satu prioritas yang harus diselesaikan,” tambahnya.

Dihadapan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Siti Nurjannah salah satu RTM penerima manfaat dari program bekerja Kementan pemerintah melalui Kementerian Pertanian karena telah diberi bantuan secara gratis berupa bibit ayam, kandang, pakan dan obat-obatan. Ia bersyukur kini bantuan yang Ia terima telah menuai hasil. Ayamnya sudah bertelur dan bahkan sudah ada yang menetas.

“Dari hasil program bekerja, Alhamdulillah kami bisa makan telur untuk pemenuhan gizi keluarga kami dan kami juga terbantu untuk menyekolahkan anak, bisa beli kebutuhan sehari-hari dan lain-lain, ” ucap Siti. Lain halnya dengan Bapak Oyo Tarya yang juga merupakan salah satu penerima bantuan ayam dari program bekerja. Ia juga mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Kementan karena dengan bantuan yang Ia terima dapat menyekolahkan anak-anak dan cucunya. “Ayamnya saya sudah bertelur bahkan sudah ada yang mau menetas”, ungkapnya.

Program BEKERJA selain membedah kemiskinan agar rakyat sejahtera, sekaligus juga memecahkan masalah stunting akibat kekurang gizi protein hewani. Untuk meningkatkan sadar gizi dan konsumsi protein hewani pada anak usia dini sejumlah 300 siswa/i SD mengikuti acara ini dengan melakukan gerakan makan telur dan minum susu bersama Menteri Pertanian RI.