MONITOR, Jakarta – Ketua Umum Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI), Prof. DR. Rokhmin Dahuri berbagi kiat dan strategi untuk pemerintah kabupaten Siak, Riau dalam membangun model pengembangan usaha perkebunan dan industri hilir.
“Selama ini kita menjual hasil perkebunan sawit dalam bentuk mentah (CPO) yang digunakan sebagai bahan baku berbagai produk. Paradigma ini yang harus kita rombak agar memberi nilai tambah bukan hanya bagi petani melainkan juga bagi pemerintah,” ujarnya saat menjadi fasilitator FGD (Focus Group Discussion) “Membangun Model Pengembangan Usaha Perkebunan dan Industri Hilir Sawit Rakyat yg Produktif, Efisien, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan” di Kantor Bupati Kabupaten Siak, Riau. Rabu (9/1/2019).
Hadir dalam FGD tersebut antara lain Bupati Kabupaten Siak yang juga Gubernur terpilih Provinsi Riau, Syamsuar. Ketua DPRD Kabupaten Siak, Indra Gunawan, dan sejumlah Kepala Dinas terkait, Ketua Koperasi Sawit, Ketua Gapoktan, dan sejumlah camat, kepala desa dan tokoh masyarakat.
MONITOR, Jakarta – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 kembali menuai kritik. Jaringan Pemantau…
MONITOR, Jakarta - Menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak masyarakat untuk semakin…
MONITOR, Bangka Belitung – Suasana hangat dan penuh kekhidmatan menyelimuti kediaman Mbah Sarmidi Mangunwilogo Cokrodiningrat,…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin mengungkap bahwa Rancangan perubahan UU…
MONITOR, Banjarmasin - Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh keberanian mengubah paradigma pembangunan dari ekonomi…
MONITOR, Jakarta - Analisis Dunia Islam dan Timur Tengah (Timteng) Mahfuz Sidik mengatakan, seluruh negara…