PERTANIAN

Kementan Garap Digitalisasi Wirausaha Muda Pertanian

MONITOR, Jakarta – Digitalisasi pertanian dalam rangka mendukung program kewirausahaan petani muda terus dilakukan oleh Kementerian pertanian melaui visi besar di BPPSDMP dalam mewujudkan tahun SDM di 2018.

Demikian diungkapkan Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan, Andriko Noto Susanto dalam kunjungan lapangannya ke Politeknik Pembangunan Pertanian Medan, Selasa (8/1/2019).

Menurut Andriko, digitalisasi dilakukan dengan memanfaatkan era keberlimpahan (abandent era), baik itu IT dalam membangun bisnis proses baru, brand baru, konsumen baru, dengan mendisrupsi system lama yang sudah tidak dapat dipertahankan. Salah satunya digitalisasi Pertanian Pangan melalui tumpeng sari

“Digitalisasi dilakukan untuk merespon keterbatasan tenaga kerja, meningkatkan efisiensi dan produktivitas, serta membangun bisnis proses baru, value baru, konsumen baru, untuk menghasilkan produk baru yang mampu men-disruptive teknologi budidaya konvensional. Melalui, precisions farming, marketing on line selain dapat menekan biaya produksi dan pemasaran sangat signifikan juga akan membuka akses pasar tanpa batas,” ujarnya.

Selain itu, jelas Andriko melalui digitalisasi, petani dapat melakukan otomatisasi dalam panen, pengolahan tanah, tanam, pengendalian gulma dan organisme pengganggu tanaman, serta pemupukan. Biaya produksi yang rendah akibat mekanisasi memungkinkan petani mendapatkan keuntungan yang jauh lebih besar dibandingkan cara konvensional.

“Ini dapat memberikan insentif yang lebih baik bagi pemuda milenial yang mengelola lahannya,” ucapnya.

Andriko pun menjelaskan insentif pendapatan yang menarik tanpa harus terkena panas, hujan dan lumpur akan mendorong minat generasi muda milenial turun ke sawah karena sangat menjanjikan. Implikasinya, petani milenial akan lebih innovative, kreatif, responsive terhadap perubahan dan tidak pernah puas dengan apa yang sudah dicapai.

“Inilah awal dari modernisasi pertanian yang kita dambakan,” katanya.

Andriko menilai pemasaran online dan off line generasi milenial memungkin akses penjualan semakin terbuka, sehingga dapat menghasilkan harga terbaik. Bagi konsumen, harga tersebut menjadi harga premium, karena barangnya baru, segar dan dari tangan pertama belum kena charge perantara atau yang dikenal sebagai midleman.

“Pemutusan rantai pemasaran ini penting karena selama ini keuntungan terbesar bukan diterima petani. Harga mahal yang ditanggung konsumen juga tidak dinikmati produsen,” ujarnya.

Lebih lanjut Andriko mengungkapkan digitalisasi memungkinkan ada breakthrough pemasaran indirect market ke direct market. Kondisi ini menguntungkan produsen dan konsumen, sehingga dapat membuka peluang kerjasama langsung antara produsen generasi milenial dengan konsumen milenialnya, sesuai dengan syarat, kondisi dan requirement masing masing.

“Digitalisasi wirausaha ini akan dapat mempercepat peningkatan kesejahteran petani pada era digital secara terintegrasi sehingga pada gilirannya, dapat mengurangi kemiskinan,” ungkap dia.

Pemerintah berupaya terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur agar dapat menciptakan sistem distribusi pangan yang efisien dan efektif, dalam pencapaian swasembada pangan di seluruh daerah dan tingkat nasional.

“Upaya menjadikan petani muda menjadi bahan bakar pembangunan pertanian akan terus dilakukan oleh BPPSDMP dalam upaya menyambut generasi emas Indonesia 2045,” pungkas Andriko.

Recent Posts

Lewat Edu Tani Kementan Perkenalkan PMAAS untuk Dongkrak Produksi Padi

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkenalkan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS) melalui Edu…

3 jam yang lalu

Menteri Agama Ajak Masyarakat Jabodetabek Hadiri Doa Kebangsaan 1 Agustus di Monas

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat, khususnya di wilayah Jabodetabek, untuk menghadiri…

6 jam yang lalu

Pembangunan Rumah Ke-1 Type 36 Semi Permanen TMMD Ke-129 Kodim 1807 Capai 68 Persen

MONITOR, Sorong Selatan – Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 TA 2026 Kodim…

7 jam yang lalu

Kemenperin Tumbuhkan Wirausaha Baru Industri di Kawasan Transmigrasi

MONITOR, Kementerian Perindustrian proaktif mendukung pengentasan kemiskinan melalui pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) berbasis…

7 jam yang lalu

Perputaran Dana Judol Turun, Waka Komisi I DPR Dorong Penanganan Makin Disiplin

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta menyambut baik tren penurunan perputaran dana…

9 jam yang lalu

Kemenperin dan UNIDO Percepat Transformasi Kawasan Industri Hijau

MONITOR, Jakarta - Kawasan industri kini tidak lagi dinilai hanya dari kelengkapan infrastruktur atau kemudahan…

14 jam yang lalu