Piala Cinta dari PSI, Gimmick?

1011
DPP PSI mengirimkan tiga buah piala 'Kebohongan Award' kepada Prabowo, Sandiaga dan Andi Arief

MONITOR, Jakarta – Isu hoaks semakin merajai panggung politik di awal tahun 2019. Beberapa elit politik mulai terpancing bahkan ikut memanaskan mesin politik dengan isu-isu hoaks. Sebut saja Wasekjen DPP Demokrat, Andi Arief, yang tersandung penyebaran isu tujuh kontainer berisikan surat suara yang kabarnya sudah dicoblos.

Tak menunggu waktu lama, KPU beserta Bawaslu menindak lanjuti rumor tersebut ke lokasi di Pelabuhan Tanjung Priok. Hasilnya, isu kontainer yang didatangkan dari China disebut hoaks, sebab hingga kini surat suara belum dicetak.

Bahkan, capres Prabowo Subianto ikut terjebak drama hoaks, dengan menyebut alat medis selang cuci darah di Rumah sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta digunakan oleh 40 orang pasien. Sayangnya, pernyataan Prabowo langsung dibantah oleh pihak manajemen RSCM dengan menyebut alat medis cuci darah digunakan sekali pakai, bukan berulang-kali.

Lalu sebelumnya, cawapres Sandiaga Uno juga mengatakan dirinya telah membangun Cikopo-Palimanan (Cipali) 116 kilometer tanpa utang sama sekali. Namun pernyataannya justru berbeda dengan Muhammad Fadzil, Presiden Direktur Utama PT Lintas Marga Sedaya (LMS) yang merupakan pemegang konsesi.

Fadzil mengatakan, pendanaan tol berasal dari modal sendiri sebanyak 30% dan pinjaman sindikasi perbankan yang dipimpin oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Pada Juni 2013, LMS mendapat pencairan kredit perbankan sebesar Rp 1 triliun. Pencairan tersebut merupakan tahap pertama yang merupakan bagian dari sindikasi 22 bank dipimpin BCA dan Bank DKI dengan komitmen pinjaman Rp 8,8 triliun. Fadzil mengatakan, pinjaman ini merupakan komitmen untuk mempercepat pembangunan Tol Cipali.

Piala Cinta dari PSI

Dalam sepekan ini, ketiga tokoh tersebut berhasil menjadi ‘buah bibir’ masyarakat Tanah Air. Apalagi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang mengatasnamakan diri sebagai partainya anak muda, cukup gesit merespon fenomena tersebut.

Respon yang ditempuh PSI cukup unik dan beraroma nyinyir. Partai yang dinahkodai Grace Natalie ini justru memberikan piala penghargaan yang dikemas dalam ‘Kebohongan Award’ pada Jumat, 4 Januari 2019.

Dengan mengundang awak media, PSI membuka acara sekaligus menggandeng ojek online untuk mengirimkan tiga buah piala penghargaan ke kantor yang bersangkutan. Masing-masing piala akan diberikan kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Cawapres Sandiaga Uno dan Wasekjen DPP Demokrat Andi Arief.

Tiga buah piala ‘Kebohongan Award’ akan diberikan DPP PSI kepada Prabowo, Sandiaga dan Andi Arief

Ketua DPP PSI Tsamara Amany menyebut, ketiga piala tersebut diberikan sebagai upaya memberitahukan publik bahwa ada kandidat capres cawapres yang kerap menyebarkan berita kebohongan.

“Kami membuat Kebohongan Award untuk mengingatkan publik bahwa ada capres dan cawapres juga timsesnya yang dengan tanpa malu menyebarkan kebohongan ke publik,” ujar Tsamara di kantor PSI, Jumat (4/1/2019).

Begitupun dengan rekannya, politikus muda PSI Dara Nasution juga menegaskan piala tersebut bukanlah gimmick semata. PSI, dikatakan Dara, ingin memberikan peringatan dan pembelajaran kepada publik bahwa kebohongan tidak layak dilakukan dalam berpolitik.

“Jangan anggap Kebohongan Award ini hanya sekadar gimmick. Ini adalah peringatan keras dan pendidikan publik dari kami, bahwa dalam politik kita bisa melakukan banyak cara, kecuali berbohong!” tegas Dara.

Adapun tiga kategori yang diberikan PSI kepada ketiga elit politik diatas, diantaranya pertama, Kebohongan Award kategori Kebohongan HQQ diberikan kepada Sandiaga Uno. Sebab Sandi dinilai telah menyebarkan hoaks soal bangun tol Cipali tanpa utang.

Piala untuk Sandiaga Uno

Kedua, Kebohongan Award kategori Paling Halu. Piala ini diberikan kepada Andi Arief yang disebut-sebut telah turut menyebarkan hoaks soal tujuh kontainer berisikan surat suara yang telah tercoblos.

Piala untuk Andi Arief

Berikutnya, Kebohongan Award kategori Kebohongan Terlebay. Penghargaan ini diberikan kepada Prabowo Subianto yang dianggap telah menyebarkan isu soal selang cuci darah yang dipakai berulang kali.

Piala untuk Prabowo Subianto