Bikin Resah, Viral Video Balita Disiksa Ternyata di Filipina

1049
gambar ilustrasi tak terkait dengan berita

MONITOR, Jakarta – Video kekerasan terhadap anak yang viral di media sosial dan beredar di aplikasi perpesanan seperti WhatsApp baru-baru ini membuat geram masyarakat. Banyak kalangan mendesak agar pihak terkait segera bertindak dan pelaku dihukum.

Namun, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susanto, mengatakan video dan pelakunya bukan berasal dari Indonesia. “Hasil pendalaman yang dilakukan tim siber Polda Metro Jaya, kejadian tersebut bukan di Indonesia, tetapi di Filipina,” kata Susanto, Sabtu, 29 Desember 2018. “Tersangka penganiayaan bernama Myraflor Flores Basbas, penduduk di Iloilo, Filipina.”

Dalam video berdurasi dua menit empat puluh satu detik tersebut, seorang lelaki dewasa terlihat menggantungkan kaki anak laki-laki pada besi jendela kamar sehingga posisi kepala anak berada di bawah. Lelaki dewasa itu lantas menampar pipi anak beberapa kali. Anak berkaos biru itu menangis karena dipukuli. Sambil memukul, lelaki dewasa itu berbicara kepada si anak. Tidak jelas perkataan yang disampaikan lelaki itu kepada si anak.

Susanto mengatakan, sejak video itu viral di media sosial, banyak anggota masyarakat mengadu ke KPAI. Lembaganya, ujar Susanto, lantas bekerja sama dengan Polda Metro Jaya untuk mendalami asal muasal video. Hasilnya, tersangka Myraflor Flores Basbas diketahui telah ditangkap oleh pihak kepolisian setempat pada tanggal 27 Desember 2018. Kejadian itu direkam oleh Myraflor pada tanggal 18 Desember 2018.

“Dikarenakan kesal akibat bertengkar dengan istrinya dan berharap setelah di-posting agar istrinya yang kabur dari rumah dapat mengetahuinya,” kata Susanto.