Baliho SBY Dirusak, Prabowo hingga Oesman Sapta ‘Sakit Hati’

1029
SBY Temukan Bendera dan Baliho Demokrat Dirusak dan Dibuang ke Parit (dok: Merdeka)

MONITOR, Jakarta – Partai Demokrat saat ini tengah mencari keadilan. Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY, merasa tak terima atas kesimpulan Menko Polhukam Wiranto yang menyebut oknum perusak atribut kampanye Partai Demokrat adalah kadernya sendiri.

SBY dalam statemen terakhirnya mengatakan, Demokrat tidak berniat melakukan polarisasi sebagaimana dituduhkan Wiranto. Dimana Wiranto sebelumnya memvonis Demokrat dan PDI Perjuangan melakukan pelanggaran.

Sementara itu, Ketua Umum Gerindra turut geram atas insiden yang menimpa Demokrat. Dalam Konferensi Nasional Gerindra di Sentul International Convention Center, Sentul, Bogor, pada Senin (17/12) malam, Prabowo menyebut dirinya ikut sakit hati.

Mantan Danjen Kopassus ini menyebut, siapapun yang merobek baliho Partai Demokrat, sama saja merobek baliho Gerindra. “Kalau Demokrat disakiti, kita merasa disakiti juga. Kalau ada yang robek-robek baliho Demokrat, sama dengan robek-robek balihonya Gerindra!” kata Prabowo geram.

Sementara itu, Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang juga prihatin asal insiden perusakan atribut kampanye milik Demokrat. Namun lagi-lagi ia menyayangkan, sebaiknya pihak Demokrat tidak asal gegabah dalam menuduh oknum yang melakukannya.

“Tuduh menuduh itu boleh asalkan ada bukti. Kalau menuduh ada bukti nggak apa-apa. Tapi jangan menuduh tapi nggak ada bukti. Itu namanya fitnah,” tegas politikus yang beken disapa Oso ini.

Diketahui, peristiwa perusakan itu terjadi pada Sabtu (15/12) dini hari. Bendera dan Baliho Partai Demokrat dirusak dan dibuang ke parit. Tudingan pun mengarah ke PDIP. Sebab, terduga pelaku mengaku beraksi atas perintah pengurus PDIP.

Namun PDIP sudah membantah tudingan itu. PDIP tersinggung atas tudingan menjadi perusak baliho SBY dan menyarankan agar Demokrat menempuh jalur hukum.