PENDIDIKAN

Agar Tak Ketinggalan, Pemerintah Fasilitasi Daerah 3T Perangkat TIK

MONITOR, Bali – Untuk mewujudkan layanan pendidikan yang bermutu, mudah diakses, dan terjangkau bagi semua, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan bantuan berupa perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kepada 70 sekolah di daerah Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal (3T).

“Bapak dan Ibu hari ini mendapatkan perangkat TIK. Kita ingin mempercepat pemerataan kualitas pendidikan dimanapun sekolah itu berada,” tutur Mendikbud pada acara pemberian bantuan TIK tersebut, di Provinsi Bali, Senin (4/12).

Dikatakan Mendikbud, Presiden Joko Widodo sangat mengerti dan jeli dalam menangkap persoalan, khususnya dalam memberikan pemerataan pendidikan. “Bapak Presiden sangat jeli menangkap persoalan, yang diberikan bantuan bukan pusat atau kota, tetapi membangun dari pinggiran untuk meningkatkan akses dan pemerataan kualitas pendidikan. Sehingga di tahun 2023 sekolah kita betul-betul menggunakan teknologi informasi, dan betul-betul siap menyongsong era 4.0,” terang Mendikbud.

Adapun bantuan yang diberikan Kemendikbud, setiap sekolah mendapatkan 4 komputer jinjing (laptop), 1 LCD proyektor, 1 perangkat akses internet, dan 1 hard disk ekternal yang berisi konten-konten Rumah Belajar.

“Dengan perangkat TIK, harapannya daerah 3T dapat mengakses seluruh materi yang juga diakses oleh anak-anak diperkotaan sehingga sekolah-sekolah di daerah 3T tidak memiliki hambatan untuk belajar dengan materi-materi yang sama, sehingga kualitas pendidikan di daerah 3 T dan perkotaan sama kualitasnya,” kata Mendikbud.

Dalam pemberian koneksi internet di sekolah daerah 3T, Kemendikbud bekerja sama dengan Kemenkoinfo melalui program Universal Service Obligation (USO). Pada pemberian perangkat TIK di tahun 2018, dalam penggunaannya Kemendikbud juga memberikan program bimbingan teknis pemanfaatan TIK untuk guru di Sekolah Garis Depan, yang diselenggarakan pada tanggal 2-5 Desember 2018, di Provinsi Bali.

“Tahun depan saya minta dapat diberikan 4.000 bantuan TIK, khususnya di daerah TIK. Bapak dan Ibu guru, mohon dapat dimanfaatkan betul fasilitas TIK ini. Bangun interkoneksi satu sama lainnya dan memberikan informasi dalam mendukung belajar mengajar di sekolah. Buka jendela selebar-lebarnya. Saya titipkan anak-anak ditangan Ibu dan Bapak guru,” pesan Muhadjir.

Recent Posts

Kemenhaj-Kementerian Kebudayaan Jajaki Museum Haji Indonesia, Lestarikan Jejak Sejarah Bangsa

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menjajaki kerja sama dengan Kementerian…

1 jam yang lalu

Kementerian UMKM Percepat Pemulihan UMKM di Kepulauan Nias melalui Tiga Program Terintegrasi

MONITOR, Kepulauan Nias - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat…

12 jam yang lalu

Di Era AI, Nilai Pesantren Makin Dibutuhkan

MONITOR, Tangerang Selatan - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Suwendi, M.Ag., menegaskan…

20 jam yang lalu

Rektor UIN Jakarta: Santri Bukan Penonton, Harus Jadi Penggerak Perubahan Bangsa

MONITOR, Jakarta - Momentum Hari Santri Nasional 2026 harus menjadi pengingat bahwa santri tidak hanya…

24 jam yang lalu

Kolaborasi Kalurahan Caturharjo, MBI dan IMP 168 Sukses Sulap Lahan Tidur jadi Kebun Klengkeng Organik

MONITOR, SLEMAN - Lahan yang sebelumnya kurang produktif di Dusun Manggunan, Kalurahan Caturharjo, Sleman, mulai…

1 hari yang lalu

ICAI 2026, Rokhmin Dahuri: Akuakultur Bisa Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi, Pangan, Farmasi, dan Energi

MONITOR, SEMARANG - Akuakultur atau budi daya perairan berpotensi menjadi salah satu mesin utama pertumbuhan…

2 hari yang lalu