Kamis, 21 Oktober, 2021

Jasa Marga Terapkan 4 Strategi Urai Kepadatan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek

MONITOR, Bekasi – Menjadi salah satu jalur transportasi strategis, beban lalu lintas di Jalan Tol Japek telah melebihi V/C Ratio.

Ditambah lagi terdapat beberapa Proyek Strategis Nasional yang pembangunannya bersamaan di sekitar Jalan Tol Japek eksisting, seperti Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated, Light Rail Transport (LRT) Jakarta-Bekasi Timur, kereta cepat Jakarta-Bandung, Jalan Tol JORR II Cibitung – Cilincing dan Cibitung – Cimanggis.

Akibatnya, sering terjadi kepadatan kendaraan di jalan tol tersebut.

Saat ini, Jasa Marga telah menerapkan strategi untuk mengatasi kepadatan di Jalan Tol Japek berupa manajemen rekayasa lalu lintas, penindakan kendaraan Over Dimensi dan Over Load (ODOL), pengawasan terhadap kendaraan truk di Ruas Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) E2 (Cikunir-Cakung), dan manajemen proyek.

- Advertisement -

Namun, untuk mengintensifkan implementasi di lapangan, Kementerian Perhubungan, Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jasa Marga beserta stakeholder proyek di koridor Japek menggelar rapat koordinasi bertempat di Grand Dhika-Bekasi, Selasa 20 November 2018.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan BPTJ Kemenhub Karlo Manik, mengungkapkan bahwa sosialisasi pemberlakuan kebijakan ganjil-genap di Gerbang Tol (GT) Tambun saat ini intensif dilakukan hingga akhir November. Selain itu, dari BPTJ juga telah menyiapkan tambahan 13 unit bis bagi pengguna jalan tol yang akan beralih ke transportasi publik karena perluasan wilayah pemberlakuan ganjil genap di GT Tambun.

Selain pemberlakuan kebijakan ganjil genap di Jalan Tol Japek, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, menekankan penertiban kendaraan yang terindikasi ODOL untuk tidak masuk ke jalan tol atau dari awal telah direncanakan untuk kendaraannya tidak terindikasi ODOL. Apabila dipaksakan, akan ditilang di jalan tol.

“Penjelasannya, bukan mereka (truk terindikasi ODOL) tidak boleh masuk. Untuk kondisi critical seperti ini, tolong dihargai hak-hak pengguna jalan tol lain,” tegas Budi. Dia menekankan, bahwa stakeholder proyek juga harus menghitung bahwa kegiatan konstruksinya tidak mengakibatkan kemacetan yang signifikan.

Sejalan dengan penjelasan Budi, Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani, mengungkapkan bahwa di koridor Jakarta-Cikampek sedang ada proyek bergerak sekaligus dalam waktu bersama. Salah satunya Jalan Tol Japek II Elevated yang tengah dikejar pembangunannya supaya dapat beroperasi fungsional saat lebaran tahun 2019.

Selain itu, manfaat Jalan Tol Trans Jawa dari Jakarta-Grati akan lebih maksimal jika Jalan Tol Japek II Elevated juga selesai. “Kami akan lebih banyak lagi berkoordinasi lagi dengan Dinas Perhubungan, BPTJ, Kepolisian, supaya pengaturan dari beberapa proyek ini dan pengaturan dari kami sendiri sebagai pelaksana dari Jakarta-Cikampek Elevated jauh lebih efektif,” ujar Desi.

Dia mengingatkan pengguna jalan tol dalam memilih waktu perjalanan, mengingat window time secara umum yang digunakan dalam pengerjaan konstruksi yaitu antara pukul 22.00-05.00 WIB.

“Jangan sampai ada persepsi kalau mau lewat Jakarta-Cikampek mendingan jalan malam. Sebaliknya, justru jalan malam itulah konstruksi sedang banyaknya bergerak dan bergeraknya frontal. Sehingga, jangan pernah ada persepsi lewat Jakarta-Cikampek malam saja, pasti sepi,” imbuh Desi.

Desi juga menyampaikan, bahwa Jasa Marga akan rutin menyampaikan informasi pekerjaan Jalan Tol Japek II Elevated secara rutin program mingguan yang akan dilaksanakan dan di titik mana pekerjaan dilakukan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Trisaputra Zuna juga menyampaikan bahwa Jalan Tol Japek tidak lepas dari aspek supply dan demand.

Sekretaris Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Hindro Surahmat, mengimbau pengguna jalan untuk dapat menggunakan bis yang telah disediakan sebagai kompensasi pemberlakuan kebijakan ganjil genap di jalan tol.

Jasa Marga akan melakukan penambahan jumlah alat ukur atau timbang portable dan penyediaan lokasi penanganan over load permanen yang dilengkapi alat Weigh In Motion (WIM). Saat ini, Jasa Marga memiliki 10 unit timbangan portable. Dua unit di antaranya disiapkan di Jalan Tol Japek dan akan menambah satu unit WIM di Semarang.

Sementara itu, mekanisme penanganan kendaraan yang menyalahi ketentuan ODOL adalah dikeluarkan dari tol dan tilang. Terkait proyek Jalan Tol Japek II Elevated, akan dilakukan penambahan Pimpinan Proyek, yang semula satu menjadi tiga.

Adapun pembagiannya yaitu Cikunir, Cikunir-Cikarang Utama, dan Cikarang Utama-Karawang Barat. Selain itu untuk strategi manajemen proyek dilakukan dengan senantiasa menggelar rapat koordinasi rutin serta peninjauan ke lapangan bersama stakeholder terkait.

Strategi ini juga mencakup sinkronisasi pekerjaan dan window time oleh konsultan, menambah rambu-rambu selama pekerjaan konstruksi berlangsung, dan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi kepada masyarakat ini dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi, seperti spanduk, media sosial, dan VMS.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER