PERTANIAN

Timor Leste Pastikan Perpanjang Rekomendasi Pemasukan Unggas dan Produknya dari Indonesia

MONITOR, Denpasar – Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Timor Leste menyatakan komitmennya untuk memperpanjang rekomendasi ekspor unggas dan produk olahannya serta pakan dari Indonesia ke Timor Leste untuk 2 tahun ke depan.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan RDTL, Domingos Gusmao, pada acara exit meeting evaluasi rekomendasi ekspor di Balai Besar Veteriner Denpasar, Jumat (16/11).

Ia mengatakan, rekomendasi ekspor sebelumnya hanya diberikan kepada Indonesia selama 1 tahun dan akan berakhir pada tanggal 31 Desember 2018. “Rekomendasi ekspor Indonesia akan diperpanjang dua tahun mulai Januari 2019 hingga Januari 2021”, jelasnya.

Ekspor Indonesia ke Timor Leste pada tahun ini hingga November 2018 diantaranya DOC Final Stock Broiler sebanyak 7 ribu ekor, DOC Final Stock Layer sebanyak 32 ribu ekor, pakan ternak mencapai 160 ribu kg dan produk olahan daging ayam sebesar 32,2 ton.

Acara exit meeting evaluasi rekomendasi ekspor di Balai Besar Veteriner Denpasar ini dilaksanakan setelah dilaksanakannya serangkaian kunjungan yang dilakukan oleh Tim RDTL. Sebelumnya acara dimulai dari entry meeting di Jakarta pada tanggal 12 November 2018 dan dilanjutkan kunjungan ke beberapa unit usaha milik PT Charoen Pokphan Indonesia (CPI) dari hatchery, farm pembesaran hingga processing plant pengolahan di Banten dan Bali.

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Tim RDTL, Tim mereka menyimpulkan bahwa PT CPI telah memenuhi syarat dari segala aktivitasnya untuk ekspor ke RDTL. Domingos Gusmao menilai, DOC baik broiler maupun layer dari Indonesia telah menerapkan biosecurity yang bagus, sehingga apabila nanti hatchery di Kupang belum mampu memenuhi jumlah kebutuhan RDTL, maka akan dipasok dari hatchery yang ada di Bali, Surabaya dan Jakarta.

Lebih lanjut Domingos Gusmao mengatakan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan impor dari unit usaha lainnya yang berada di Indonesia. Namun demikian, Domingos Gusmao berharap kerjasama kedua Negara ini tidak hanya terbatas pada perdagangan saja, namun berkembang ke arah peningkatan SDM Timor Leste.

“Kerjasama ini juga dapat dilakukan dalam mengantisipasi kasus penyakit hewan yang baru muncul dalam upaya melakukan pencegahan dan pemberantasannya”, kata Domingos.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan Indonesia, Fini Murfiani menyambut baik atas hasil evaluasi tersebut. “Perpanjangan rekomendasi ekspor ini diharapkan dapat meningkatkan volume ekspor Indonesia dan mempererat kerjasama yang tentunya akan berkontribusi terhadap perekonomian diantara kedua negara,” tambahnya.

Sementara itu, terkait dengan usulan kerjasama dalam peningkatan SDM, Fadjar Sumping Tjaturrasa, Direktur Kesehatan Hewan menegaskan bahwa Indonesia bersedia memfasilitasi peningkatan SDM bidang Kesehatan hewan bagi petugas RDTL yang rencananya akan diselenggarakan di Balai Besar Veteriner Wates dalam waktu dekat.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Syamsul Ma’arif, bahwa pihaknya telah menyetujui penyelenggaraan pelatihan meat inspector dan Anti Microbial Resistance bagi petugas RDTL.

Lebih lanjut Syamsul Ma’arif menyampaikan, terkait penjaminan keamanan pangan, Indonesia selalu melakukan pengawasan dan perbaikan dalam menjaga kualitas produk peternakan, baik untuk tujuan konsumsi dalam negeri maupun tujuan ekspor, serta selalu memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh negara importir.

Selanjutnya, Didik Wahyudianto General Manager Marketing PT CPI untuk wilayah Bali dan Nusa Tenggara menyampaikan, perusahaannya sangat mengapresiasi terhadap Kementerian Pertanian yang telah mendampingi dan memfasilitasi berkembangnya usaha industri peternakan.

“Ekspor DOC baik layer maupun broiler, serta pakan ternak dari Indonesia ke RDTL selama ini berjalan lancar,” ujar Didik Wahyudianto.

“Ke depan kami masih perlu bimbingan Kementerian Pertanian untuk menjaga kualitas dan memperbaiki produk Peternakan. Terima kasih kepada pemerintah yang telah mendukung PT CPI, sehingga bisa ekspor. PT CPI berharap dapat selalu berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia dan juga negara tetangga,” pungkasnya.

Recent Posts

Mengemas Pembelajaran Bermakna: Inovasi dan Kreativitas Guru Kabupaten Lebak dalam Pelatihan Pembelajaran Mendalam di BPMP Banten

Oleh:Wida Evilia, S.Pd.Upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional terus dilakukan melalui berbagai program penguatan kompetensi guru.…

7 jam yang lalu

Kemenag Seleksi Calon Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031, Perkuat Mutu Pendidikan Pesantren

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Pesantren melanjutkan proses seleksi Bakal Calon Anggota…

21 jam yang lalu

Kementan Tegaskan Pelaku Perunggasan Komitmen Lakukan Perbaikan Harga Ayam Broiler

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya menjaga keseimbangan sektor perunggasan nasional di…

1 hari yang lalu

HKTI Lumajang Kawal Ketat LP2B, Tegaskan Tak Boleh Ada Alih Fungsi Lahan Produktif

MONITOR, Lumajang – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya mengawal implementasi kebijakan…

1 hari yang lalu

3 Negara Diguncang Gempa Hebat, Puan Sampaikan Simpati dan Tekankan Perlindungan WNI

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan rasa simpati atas musibah bencana gempa…

2 hari yang lalu

Menhaj Buka IEE 2026, Tegaskan Transformasi Haji dan Umrah Harus Berpihak kepada Jemaah

MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menegaskan transformasi penyelenggaraan haji dan umrah…

2 hari yang lalu