MEGAPOLITAN

Hanura Tuding Agung Yulianto Gagal Paham soal Jakarta

MONITOR, Jakarta – Fraksi Hanura DPRD Jakarta kembali mengeluarkan pernyataan keras yang dialamatkan kepada calon Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta dari PKS Agung Yulianto.

Sekretaris Fraksi Hanura DPRD Jakarta, Veri Yonnevil, menuding kalau Agung Yulianto gagal paham dalam melihat persoalan Jakarta.

“Gimana kami mau memilih dia (Agung Yulianto) sebagai Wagub DKI, dia benar-benar tak paham masalah Jakarta. Masa dia bilang persoalan Jakarta bukan banjir dan kemacetan,” tegas Veri.

Menurut Veri, sangat disayangkan cawagub yang digadang-gadang oleh PKS ternyata tidak paham persoalan Jakarta.

“Kalau calon yang begini dipaksakan untuk jadi cawagub kasian sekali masyarakat Jakarta karena yang bersangkutan tidak paham sama sekali persoalan Jakarta yang sangat kompleks,” terang Veri.

Dijelaskan Veri, puluhan tahun macet dan banjir menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat jakarta, yang mana siapun yang menjadi gubernur Jakarta dibuat pusing dalam mengatasi kemacetan dan banjir ini.

“Ini malah dibilang banjir dan macet bukan persoalan utama. Dia malah bilang persoalan di Jakarta adalah ekonomi dan pengangguran. Aneh kan ?,” tegas Veri

Veri pun menduga kalau Agung Yulianto sebagai cawagub PKS, berbicara tanpa mempunyai data.

“Ini salahnya kalau orang asal nyablak, bicara tidak berdasarkan data,” cetus Veri.

Dikatakan Veri, kalau bicara ekonomi dan penganguran, sebenarnya Pemprov DKI sudah bisa mengatasinya yakni dengan melakukan terobosan merekrut masyarakat Jakarta untuk bekerja menjadi PPSU, PHL, Pamdal dan sebagainya.

“Sampai tahun 2018 ini Pemprov DKI sudah melakukan perekrutan tenaga kerja mencapai 85 ribu orang. Ini kan bukti persoalan pengangguran sudah bisa tertangani dengan baik,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, Kandidat calon wakil gubernur (Cawagub) DKI Jakarta, Agung Yulianto disejumlah media online menyebut, persoalan utama Jakarta bukan sebatas banjir maupun macet. Menurut dia, masalah dialami ibu kota adalah soal pengangguran dan ketimpangan kesejahteraan masyarakat.

“Masalah Jakarta itu unik. Tidak sederhana dan kompleks sebab penduduknya 12 juta jiwa. Orang bilang masalahnya banjir dan macet. Setelah diteliti masalahnya lebih pada pengangguran dan ketimpangan,” katanya

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Ekonomi Biru Jadi Game Changer Indonesia Menuju 2045

MONITOR, Tanjungpinang - Indonesia dinilai memiliki modal strategis untuk memainkan peran lebih besar dalam ekonomi…

8 jam yang lalu

Tinjau Peserta TIH, Menaker Minta Buktikan Keunggulan Produk

MONITOR, Bekasi — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta peserta Talent and Innovation Hub (TIH) memastikan…

16 jam yang lalu

Menjangkau Siberut Memperkuat Wirausaha Terdampak Bencana

MONITOR, Jakarta - Di tengah bentang Samudra Hindia, Pulau Siberut di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra…

1 hari yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Subkultur Pesantren Menjadi Identitas dalam Sistem Pendidikan Nasional

MONITOR - Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. H. Suwendi, M.Ag., menegaskan bahwa…

1 hari yang lalu

Analis: Listyo Sigit di KSP Perkuat Perspektif Keamanan dalam Pengawalan Pembangunan

MONITOR, Jakarta - Perpindahan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dari posisi Kapolri ke Kepala Staf…

1 hari yang lalu

Panen Padi Temanggung Tembus 10,2 Ton/Ha, Komisi IV DPR dorong Pemupukan Berimbang

MONITOR, Temanggung - Produktivitas padi di demplot seluas 5 hektare di Desa Plosogaden, Kecamatan Candiroto,…

1 hari yang lalu