ULASAN

Etika ‘Santri’ Sandiaga Dipertanyakan saat Ziarah Kubur

MONITOR – Tingkah cawapres nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno, terus menjadi bahan pembicaraan publik. Dalam sepekan terakhir, publik gencar membicarakan etika Sandi saat melakukan ziarah ke makam KH Bisri Syansuri di Denanyar, Jombang, Jawa Timur.

Aktivitas ziarah sekaligus tabur bunga yang dilakukan Sandi bersama Prabowo Subianto itu cukup lama, yaitu bertepatan hari santri tanggal 22 Oktober 2018 lalu. Akan tetapi, videonya menjadi viral saat pertama kali diunggah oleh Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin (Lesbumi) NU, Candra Malik melalui laman instagramnya.

Terlihat jelas dalam video tersebut, Sandi melangkahi makam tokoh besar NU itu. Sementara Prabowo yang juga turut menabur bunga, memilih untuk memutar jalan sedikit agar tidak melangkahi makam tersebut.

Cibiran terhadap Sandi seketika mengalir deras. Sandi dianggap tidak memiliki etika terhadap tokoh ulama yang dibanggakan warga Nahdliyin itu. Publik pun mempertanyakan etika Sandi, yang merupakan calon wakil presiden Indonesia.

Sandi meminta maaf

Viralnya video Sandi melangkahi makam ini membuat politikus Gerindra, Andre Rosiade, angkat bicara. Sebagai Jubir pemenangan Prabowo-Sandi, Andre mengatakan sesungguhnya Sandi tidak memiliki niat buruk untuk melangkahi makam Kiai Bisri. Sebaliknya, Andre merasa terungahnya video tersebut justru menjadi bagian dari kampanye hitam kubu pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Untuk terus menyerang enggak cuma Bang Sandi. Jadi ini terlihat bahwa mereka tidak sanggup lagi berdebat dengan kami soal substansi soal ekonomi ya. Soal pertumbuhan ekonomi dan lapangan pekerjaan dan kepastian harga-harga terjangkau,” ujar Andre.

Berbeda dengan Sandi, ia lebih memilih untuk mengakui kesalahannya itu kepada publik. Pria berdarah Gorontalo ini mengaku khilaf saat melakukan tabur bunga di makam Kiai Bisri. Padahal biasanya, hal itu tidak dilakukannya saat melakukan ziarah.

“Pertama-tama, tentunya permohonan maaf. Manusia itu pasti ada khilaf. Saya hampir tiap hari berkunjung di kubur, ziarah,” kata Sandiaga di Pekanbaru, Riau, Senin (12/11) kemarin.

Ia pun tak ingin menyalahkan pihak lain, misalnya pemandu kegiatan ziarah. Sandi mengaku dirinya harus menerima risiko atas apa yang diperbuatnya.

“Oleh karena itu kesalahan saya, saya mohon maaf. Dan tentunya manusia penuh khilaf, penuh salah. Dari lubuk hati yang paling dalam, saya mohon maaf,” sambungnya lagi.

Recent Posts

Antisipasi Dampak El Nino dan Puncak Kemarau, DPR Dorong BNPB Orkestrasi Pendataan Ancaman Bencana

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman menekankan pentingnya sistem…

5 jam yang lalu

Krisis Air Bersih Makin Membesar, Puan: Jangan Ada Masyarakat yang Berjuang Sendiri Dapatkan Hak Dasar

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti krisis air bersih yang semakin membesar…

5 jam yang lalu

Lewat Edu Tani Kementan Perkenalkan PMAAS untuk Dongkrak Produksi Padi

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkenalkan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PMAAS) melalui Edu…

12 jam yang lalu

Menteri Agama Ajak Masyarakat Jabodetabek Hadiri Doa Kebangsaan 1 Agustus di Monas

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat, khususnya di wilayah Jabodetabek, untuk menghadiri…

15 jam yang lalu

Pembangunan Rumah Ke-1 Type 36 Semi Permanen TMMD Ke-129 Kodim 1807 Capai 68 Persen

MONITOR, Sorong Selatan – Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 TA 2026 Kodim…

16 jam yang lalu

Kemenperin Tumbuhkan Wirausaha Baru Industri di Kawasan Transmigrasi

MONITOR, Kementerian Perindustrian proaktif mendukung pengentasan kemiskinan melalui pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) berbasis…

16 jam yang lalu