NASIONAL

Jokowi Yakinkan Masyarakat Berbagai Harga di Pasar Tak Mahal

MONITOR, Jakarta – Akhir-akhir ini Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) semakin rajin mendatangi pasar-pasar tradisional. Juru Bicara PSI Bidang Ekonomi, Industri, dan Bisnis Rizal Calvary Marimbo mengatakan, Jokowi ingin meyakinkan masyarakat untuk kembali berbelanja ke pasar.

“Jokowi ingin masyarakat untuk kembali berbelanja di pasar. Sebab, barang-barang di pasar ternyata tidak semahal yang dicitrakan Cawapres sebelah,” ucap Rizal, Minggu 11 November 2018. Menurutnya, dalam beberapa hari terakhir Jokowi sering blusukan ke pasar.

Akhir pekan lalu Jokowi blusukan ke salah satu pasar tradisional di Tangerang. Jokowi sempat berbelanja tempe dan pete. Presiden kemudian melakukan blusukan ke Pasar Cihaurgeulis, Bandung, pagi tadi. Jokowi tiba di pasar itu sekitar pukul 07.25 WIB. Kehadiran Jokowi membuat heboh pedagang dan masyarakat yang ada di pasar itu. Sebagian berebut untuk bersalaman dan berfoto bersama Jokowi.

Menurut Rizal, animo warga berbelanja ke pasar sempat menurun setelah Cawapres Sandiaga mengatakan harga-harga di pasar yang mahal. “Kita dapat laporan, banyak warga pasar mengeluh dagangan sepi sebab warga ogah berbelanja ke pasar. Ada cawapres getol mengkampanyekan pasar kemahalan,” ucap Rizal.

Akibatnya, Rizal mengklaim masyarakat beralih berbelanja ke pasar ritel modern yang harganya sudah jelas dan dianggap lebih murah.

Sebelumnya, Cawapres Sandiaga Uno kerap berkunjung ke pasar tradisional. Usai berkunjung, Sandy mengatakan kepada sejumlah media massa, bahwa saat ini dengan nominal Rp 100 ribu, ibu-ibu hanya bisa membeli bawang dan cabai saja. Sandy juga mengatakan, harga sembako di pasar sangat mahal dan kontroversi tempe setipis kartu ATM.

Rizal menilai, apa yang disampaikan Sandi berbeda dengan data resmi inflasi. Bahkan dirinya kembali mengklaim pemerintahan Jokowi-JK terkenal dengan rezim inflasi rendah.

Tak lama setelah dilantik, memasuki akhir tahun 2015, angka inflasi sudah turun di posisi 4,89 persen dari sebelumnya 10 persenan. Bulan-bulan selanjutnya, angka inflasi tidak pernah lagi berada di atas 4,50 persen. Bahkan, dari inflasi year on year Juli 2017 sampai dengan saat ini, tren inflasi ada di level 3 persenan.

Untuk menarik minat masyarakat berbelanja di pasar, selain mengendalikan harga, Jokowi-Jk juga telah merevitalisasi sebanyak 3.000 pasar trasional di seluruh Indonesia. Targetnya dalam lima tahun periode pertama ini, Jokowi-JK telah merevitalisasi dan membangun sebanyak 5.000 pasar tradisional.

Recent Posts

Singgung Pembinaan Integritas, Mardani DPR Dorong Langkah Terpadu Atasi Fenomena ASN Terjerat Judi Online

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera menyoroti fenomena banyaknya Aparatur…

6 menit yang lalu

Jasa Marga Jadi Mentor Pengelolaan Command Center dalam Marketing Center of Excellence Danantara Indonesia

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk didapuk sebagai mentor untuk Command Center Management…

1 jam yang lalu

Kosmetik Bermerkuri Masih Banyak Beredar, Komisi IX DPR Desak Pengawasan Lebih Agresif

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyoroti temuan 14 produk…

11 jam yang lalu

Puan Soroti Isu Perundungan di Balik Kasus Bom Rakitan, Dorong Penguatan Iklim Sekolah Aman Bagi Anak

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti isu perundungan di balik kasus peledakan…

11 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Transformasi Tata Kelola UMKM Melalui SAPA UMKM

MONITOR, Lombok Barat – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk mewujudkan transformasi…

16 jam yang lalu

Kemenag Tegaskan Madrasah Harus Bebas Kekerasan, Dirjen Pendis: Dorong Kurikulum Berbasis Cinta Lewat Matamuda 2026

MONITOR, Jakarta - Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Amien Suyitno, menegaskan bahwa madrasah…

19 jam yang lalu