Presiden Jokowi saat Jokowi membuka International Young Muslim Women Forum, Jakarta (24/10). Foto : dok. Kemenpora
MONITOR, Jakarta – Pengurus Pusat (PP) Fatayat NU mengadakan International Young Muslim Women Forum (IYMWF) yang dilaksanakan pada 24-28 Oktober 2018 di Hotel Aryaduta, Jakarta. Forum tersebut telah dibuka secara resmi oleh Presiden Jokowi pada Rabu (24/10) malam.
Ketua Umum PP Fatayat NU, Anggia Ermarini mengatakan jika dalam IYMWF tersebut, pihaknya akan mengangkat lima tema yang akan didiskusikan yakni, kepemimpinan, pendidikan inklusif, pemberdayaan ekonomi, kesehatan perempuan, dan media digital.
“Forum ini diikuti 200 perempuan muda muslim, 30 pesertanya dari luar negeri seperti Jerman, Amerika, Srilanka, Afghanistan, Iran, Hongkong dan Azerbaijan,” katanya.
Forum tersebut juga rencananya juga akan mendeklarasikan poros perempuan untuk perdamaian global dan menghadirkan pameran kebudayaan Islam dari beberapa negara dan pertunjukan budaya. Lalu pada akhir kegiatan akan ada field trip ke Gedung PBNU, Muhammadiyah, TMII, dan pesantren.
“Di acara ini juga akan mendeklarasikan poros perempuan untuk perdamaian global. Deklarasi ini diharapkan bisa menjadi alternatif untuk tercapainya peradaban dunia yang lebih baik dan lebih ramah bagi perempuan,” tandas Perempuan yang juga merupakan Staf Khusus Menteri Pemuda dan Olahraga itu.
Oleh:Wida Evilia, S.Pd.Upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional terus dilakukan melalui berbagai program penguatan kompetensi guru.…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Pesantren melanjutkan proses seleksi Bakal Calon Anggota…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya menjaga keseimbangan sektor perunggasan nasional di…
MONITOR, Lumajang – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya mengawal implementasi kebijakan…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan rasa simpati atas musibah bencana gempa…
MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menegaskan transformasi penyelenggaraan haji dan umrah…