Ketua Presidium IPW Neta S pane
MONITOR, Jakarta – Bocornya kasus dokumen buku merah yang diungkap situs Indonesialeaks berhasil membuat publik gaduh. Polri dan KPK, menjadi bulan-bulanan publik di tengah masa tahun politik lantaran kedua elemen ini terlibat langsung dalam kasus tersebut. Sebagian juga khawatir drama Cicak vs Buaya akan berlanjut.
Mengenai kasus ini, Ketua Presidium Indonesian Police Watch (ICW) Neta S Pane menduga ada permainan manuver politik didalamnya. Hal ini diyakini Neta, lantaran Ketua KPK Agus Rahardjo menyatakan kasus hukumnya telah selesai. Terlebih, kasus tersebut menuding bahwa Kapolri Jenderal Tito Karnavian menerima Aliran suap terbesar.
“Sasaran kasus Buku Merah ini jelas dan terang benderang hendak menyasar ke pemerintahan Jokowi, adapun Kapolri Tito Karnavian hanya sebagai sasaran,” kata Neta Pane, kepada MONITOR, Jumat (12/10).
IPW pun melihat ada yang aneh dalam kasus Buku Merah ini. Sebab kasus daging dengan tersangka Patrialis Akbar itu sudah lama selesai proses hukumnya di KPK. Sementara kasus ini kembali dimunculkan menjelang pilpres 2019.
“Ini tak lain karena ada manuver dari pihak tertentu yang tidak suka melihat kedekatan Tito dengan presiden Jokowi,” tegas Neta.
“IPW menilai dalam kasus Buku Merah ini bola ada di KPK. Lembaga anti rasuah itu harus solid. Jangan mau dipecah dari luar maupun dari para mantan pimpinannya yang pernah berseteru dengan institusi polri. Apalagi ketua KPK agus Raharjo sudah mengatakan dugaan aliran dana ke Tito itu tidak benar,” terangnya lagi.
Tak kalah penting, IPW meminta Polri harus sigap mengusut aktor intelektual di belakang Indonesia Leaks dan menjadi motif sebenarnya dalam menyebarkan kasus Buku Merah.
“Jika Polri bisa cepat mengungkap kss Ratna Sarumpaet, IPW berharap, Polri bisa juga cepat membongkar Indonesia Leaks agar tidak muncul kegaduhan di masyarakat,” imbuhnya.
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengambil langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan,…
MONITOR, Purwokerto – Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak perguruan tinggi, alumni, dan dunia usaha memperkuat kolaborasi…
MONITOR, Bandung – Para petani di Ciparay Kabupaten Bandung sumringah. Produksi padi yang menerapkan pupuk…
MONITOR, Yogyakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia menekankan pentingnya penguatan pelindungan…
MONITOR, Jakarta - Program Studi Sarjana Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker)…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah menggandeng Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam pelaksanaan Computer…