Ajak Siswa Berpolitik Praktis, Anies: Lebih Baik Berhenti jadi Guru

1006
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (net)

MONITOR, Jakarta – Sikap tegas bakal diterapkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, terhadap para guru di Jakarta yang coba-coba mengajarkan anak didiknya untuk ikut berpolitik praktis. Bahkan Anies mengancam akan menarik setiap guru dari kelas kalau terbukti mengajarkan anak didiknya diluar kurikulum sekolah yang sudah ditetapkan.

“Tidak boleh lagi ada toleransi, kalau ada guru terbukti bermasalah dalam mengajar anak didiknya, maka guru itu harus secepatnya ditarik dari kelas, tidak boleh lagi berinteraksi dengan siswa,” tegas Anies di Balaikota, Jakarta, Kamis (10/11).

Ancaman Anies terhadap para pengajar ini, menyusul adanya tuduhan salah seorang Guru SMA Negeri 87 Jakarta Nelty Khairiyah yang dituding telah mengajarkan anak didiknya berpolitik praktis dengan dokrin anti Joko Widodo (Jokowi).

Anies pun beralasan, intruksi melarang guru bermasalah mengajar dan menerik dari kelas merupakan bagian sanksi tegas yang dijatuhkan Pemprov DKI. Kenapa tidak diberhentikan saja ?

“Kami tidak bisa main berhentikan begitu saja, sebab ada prosedur dan aturannya,” jawab Anies.

Aturan yang dimaksudnya adalah aturan kepegawaian. “Jadi tak bisa main pecat saja,” tandasnya.

Sekedar diketahui, Dinas Pendidikan Jakarta, saat ini sedang melakukan pemeriksaan terhadap Nelty, guru SMAN 87 yang dituding telah mendokrin siswanya dengan anti Jokowi. Bahkan Nelty pun sementara ini sudah dibebaskan dari tugasnya mengajar untuk sementara waktu.