ULASAN

Kartu Kuning Penangkal Fenomena Gay

MONITOR – Kemunculan grup gay Garut pekan ini membuat geger publik Tanah Air. Grup ini dengan mudah menjerat korbannya melalui jejaring media sosial. Beruntung, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sigap untuk turun tangan menanganinya.

Dalam waktu dekat, Kemenkominfo berkoordinasi dengan kepolisian untuk memblokir akun-akun atau jaringan grup yang disalahgunakan untuk merekrut anggota Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di Facebook. Konten pada grup yang beranggotakan sebanyak 2 ribuan akun itu pun sudah dianalisis oleh pihak kementerian.

Terkait kasus tersebut, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pun mengungkapkan keprihatinan atas tersebarnya kampanye terselubung LGBT di media sosial. Hal ini dinilai sangat membahayakan, karena kampanye lelaki penyuka sejenis bisa dengan cepat menyebar di kalangan anak lainnya di grup maupun di luar anggota grup.

“Anak-anak belum memiliki orientasi seksual, sehingga grup FB ini berpotensi membangun kekeliruan cara pandang anak terkait orientasi seksualnya,” ujar Retno Listyarti, Komisioner KPAI bidang pendidikan.

Untuk mencegah terulangnya kasus ini, KPAI memberikan peringatan sekaligus masukan bagi pihak-pihak terkait agar mampu membendung arus masuknya fenomena menyimpang tersebut.

Pertama, orang tua memiliki peranan penting untuk mengontrol aktivitas sang anak. Peran orangtua sangat dibutuhkan dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anaknya. KPAI mengingatkan, kontrol orangtua terhadap penggunaan handphone (HP) anak-anaknya sangat penting sebagai upaya pencegahan. Apalagi waktu anak paling banyak adalah di rumah.

“Ketika orangtua sudah memberikan HP ke anaknya maka orangtua wajib mengontrolnya demi melindungi anak-anak dari berbagai konten kekerasan maupun pornografi,” ujar Retno Listyarti.

Kedua, pihak sekolah atau para guru, unsur ini diharapkan memiliki kepekaan ketika para siswanya menunjukkan indikasi berperilaku seksual menyimpang. Sosialisasi pendidikan kesehatan reproduksi harus digiatkan secara terus menerus di berbagai sekolah dan juga di masyarakat sebagai strategi pencegahan berbasis kepekaan masyarakat di lingkungan sekitar.

Ketiga, harus ada sistem Pencegahan dan penanganan yg strategis demi melindungi anak-anak dari kampanye LGBT sejenis sebagaimana terungkap dalam kasus ini. KPAI juga mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas para aktor yang mendalangi fenomena gay di jejaring dunia maya.

Recent Posts

1024 Atlet Domino Serbu Jakarta, JDT 2026 Gerakkan Ekonomi hingga Rp6 Miliar

MONITOR, Jakarta – Jakarta Domino Tournament (JDT) 2026 Series 2 tidak hanya menjadi panggung kompetisi…

7 jam yang lalu

Mengemas Pembelajaran Bermakna: Inovasi dan Kreativitas Guru Kabupaten Lebak dalam Pelatihan Pembelajaran Mendalam di BPMP Banten

Oleh:Wida Evilia, S.Pd.Upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional terus dilakukan melalui berbagai program penguatan kompetensi guru.…

22 jam yang lalu

Kemenag Seleksi Calon Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031, Perkuat Mutu Pendidikan Pesantren

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Pesantren melanjutkan proses seleksi Bakal Calon Anggota…

1 hari yang lalu

Kementan Tegaskan Pelaku Perunggasan Komitmen Lakukan Perbaikan Harga Ayam Broiler

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya menjaga keseimbangan sektor perunggasan nasional di…

2 hari yang lalu

HKTI Lumajang Kawal Ketat LP2B, Tegaskan Tak Boleh Ada Alih Fungsi Lahan Produktif

MONITOR, Lumajang – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya mengawal implementasi kebijakan…

2 hari yang lalu

3 Negara Diguncang Gempa Hebat, Puan Sampaikan Simpati dan Tekankan Perlindungan WNI

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan rasa simpati atas musibah bencana gempa…

2 hari yang lalu