STORI

Angela Merkel, Perempuan Desa Penguasa Jerman

MONITOR – Mendengar nama Angela Merkel, dunia pasti tahu siapa sosoknya. Ia bukan perempuan biasa, melainkan perempuan paling berkuasa di dunia. Tepat 12 tahun lalu, yakni pada 22 November 2005, Angela Merkel resmi dilantik menjadi Kanselir Jerman.

Namanya diumumkan sebagai perempuan pertama yang berhasil menduduki posisi tertinggi di Jerman pada 10 Oktober 2005 silam. Dalam lansiran BBC On This Day, Merkel menang usai dipilih oleh 397 anggota parlemen di Bundestag (lembaga perwakilan rakyat tertinggi Jerman), berbanding 51 suara anggota koalisi pihak penentang. Kala itu, ia diusung Partai Uni Demokratik Kristen (CDU) dan mengalahkan rivalnya yang diusung Partai Sosial Demokrat (SPD). Siapa sesungguhnya Angela Merkel?

Merkel terlahir dengan nama kecil Angela Dorothea Kasner di Hamburg, sebuah kota yang dahulu masih menjadi bagian dari Jerman Timur, pada 17 Juli 1954 silam. Ia dibesarkan dari keluarga Protestan yang cukup agamis. Ayahnya seorang pendeta, ibunya hanya sebagai ibu rumah tangga.

Dianugerahi otak cerdas, Merkel Kemudian disekolahkan orangtuanya di Brandenburg. Ia sangat mahir di bidang bahasa Rusia dan matematika. Tahun 1970-an, ia mengambil studi fisika saat kuliah di Leipzig. Setelahnya, ia bekerja di Akademi Ilmu Alam di bidang kimia, lalu menulis disertasi tentang peluruhan radio aktif Zerfallsreaktionen.

Di tahun 1990, karir Merkel semakin menanjak. Ia terpilih menjadi anggota parlemen, Bundestag. Ketika Helmut Kohl jadi kanselir, Merkel menduduki posisi sebagai Menteri urusan Perempuan dan Remaja, walaupun Merkel yang berasal dari Jerman Timur tidak punya koneksi dalam partai dan tidak berpengalaman. Empat tahun kemudian, dalam kabinet Kohl, ia jadi Menteri Lingkungan Hidup yang mengurus keamanan reaktor nuklir.

Selanjutnya, di tahun 1998, atas usulan pimpinan CDU, Wolfgang Schäuble, ia didaulat menjadi Sekretaris Jenderal baru, dan empat tahun kemudian jadi kepala partai. Tahun 2005, CDU menang pemilu, dan Merkel jadi kanselir pertama.

Merkel berhasil menguasai dunia politik yang didominasi para pria. Sebagai pemimpin lokomotif ekonomi Eropa, ia memiliki kuasa penuh untuk menentukan langkah pada masa krisis finansial. Ia pun mengutamakan kepentingan Jerman. Merkel melanggengkan kuasanya empat kali berturut-turut sebagai pemimpin Uni Eropa.

Terpilihnya Angela Merkel oleh parlemen Jerman, Bundestag mengakhiri masa penantian selama 171 hari setelah pemilihan umum Jerman 24 September 2017. Merkel dipilih oleh perwakilan dari CDU-CSU dan mitra koalisinya Partai Sosial Demokrat (SPD).

Pemilu Jerman 2017 dianggap mencatat sejarah karena dua hal. Pertama, Merkel menduduki kursi Kanselir untuk keempat kalinya. Dan kedua, nasionalis sayap kanan “resmi” menjadi bagian dari penyelenggara negara itu.

 

Recent Posts

Puan Soal Krisis Murid di Sekolah Negeri: Harus Jadi Alarm Tata Ulang Pelayanan Pendidikan Dasar Nasional

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti fenomena sekolah negeri yang kekurangan murid…

10 jam yang lalu

Dorong HKI PVT, Pusat PVTPP Kementan Terus Tingkatkan Inovasi Varietas Unggul

MONITOR, Jakarta - Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Kementerian Pertanian (Kementan) terus…

14 jam yang lalu

Antisipasi PPPK Dirumahkan Buntut Efisiensi, Legislator Sebut Lebih Baik Hapus Kegiatan Seremonial

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin menyoroti fenomena dirumahkannya Pegawai Pemerintah…

1 hari yang lalu

Gunung Anak Krakatau Aktif, Puan Dorong Kesiapsiagaan Nasional Demi Keselamatan Masyarakat

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah melakukan persiapan yang matang menyusul…

1 hari yang lalu

BBM Nelayan Rp15.000, GNTI: Benahi Akses dan Tata Kelola agar Kebijakan Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Ketua PP Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) Bidang Nelayan, Sarana dan Prasarana,…

1 hari yang lalu

LSAK Desak Presiden Copot Jaksa Agung, Sebut Jadi Tolok Ukur Independensi Pengusutan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus

MONITOR, Jakarta – Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Presiden segera mencopot Jaksa Agung ST.…

1 hari yang lalu