EKONOMI

Industri Alat Tenaga Listrik Penuhi Kebutuhan Domestik

MONITOR, Jakarta – Industri mesin dan peralatan pendukung ketenagalistrikan di Indonesia semakin tumbuh berkembang seiring dengan meningkatnya permintaan di pasar domestik. Hal ini juga mendorong pengoptimalan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sehingga dapat mensubstitusi produk impor.

“Industri kita sudah mampu memproduksi mulai dari peralatan pembangkit listrik sampai transmisi dan distribusi listrik,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika meresmikan Pabrik Panel Listrik Tegangan Tinggi–Gas Insulated Switchgear (GIS) PT. ABB Sakti Industri di Tangerang, Selasa (9/10).

Beberapa produk penunjang ketenagalistrikan yang telah berhasil dibuat oleh industri dalam negeri, di antaranya komponen utama pembangkit seperti GIS, boiler, generator, power transformator, pompa, balance of plant (BOP), tower transmisi, konduktor, trafo distribusi, dan panel listrik.

“Saat ini, permintaan produk GIS untuk memenuhi kebutuhan transmisi tenaga listrik di Indonesia mencapai 150 set per tahun dengan nilai TKDN hingga 35 persen,” ungkap Menperin.

GIS merupakan sistem switchgear (pemutus arus on atau off) yang dikemas dalam tabung compact dengan menggunakan bahan bakar gas sebagai media isolasinya. Hal ini memungkinkan penggunaan aman di ruang tertutup maupun lingkungan terbuka. Selain itu, GIS memberikan perlindungan terhadap pemadaman listrik serta menjamin kestabilan pasokan listrik.

ABB telah memelopori teknologi GIS sejak 50 tahun lalu. ABB Sakti Industri merupakan bagian integral dari ABB Group, produsen teknologi ketenagalistrikan dan otomatisasi asal Swiss. Pabrik di Tangerang yang berada di dalam area seluas 1.000 meter persegi ini telah memiliki unit manufaktur tegangan menengah dan fasilitas produksi yang juga menghasilkan air insulated switchgear (AlS) dan peralatan tegangan tinggi seperti Live Tank Circuit Breakers dan Disconnectors.

Sebagai pemimpin pasar dan teknologi GIS tegangan tinggi, ABB menawarkan kualitas penggunaan GIS 72,5 kilo Volt (kV) hingga 1200 kV, dengan lebih dari 3.000 titik pemasangan di seluruh dunia. Sementara, untuk buatan ABB Sakti Industri, produk GIS yang dihasilkan bisa mencapai 170 kV.

Airlangga menyampaikan, pihaknya memberikan apresiasi kepada ABB yang telah berinvestasi di Indonesia dan menjadikan salah satu basis produksinya. Hal ini memacu pertumbuhan ekonomi nasional serta meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal, sekaligus menunjukkan kepercayaan dari pelaku industri di dalam negeri yang terus melakukan ekspansi dan menempatkan Indonesia sebagai lokasi menarik untuk berusaha seiring dengan terciptanya iklim bisnis yang kondusif.

“Selanjutnya, kami berharap agar PT. ABB Sakti Industri dapat melakukan transfer teknologi supaya daya saing dan kemampuan industri dalam negeri dalam mendukung pembangunan pembangkit listrik lebih meningkat,” paparnya.

Apalagi, lanjut Menperin, pemerintah sedang menggenjot penggunaan produk dalam negeri di semua sektor pembangunan khususnya pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Hal ini sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2017 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan.

“Menurut aturan tersebut, penggunaan produk lokal menjadi salah satu poin utama di dalam pembangunan pembangkit tenaga listrik sebesar 35.000 MW dan jaringan transmisi 46.000 km,” jelasnya.

Di sisi lain, Kemenperin juga telah menerbitkan regulasi pengoptimalan TKDN untuk pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan melalui Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 54 tahun 2012 tentang Pedoman Penggunaan Produk Dalam Negeri Untuk Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan.

Airlangga menyakini, dengan kebijakan penggunaan produk dalam negeri dan pesatnya pembangunan infrastruktur ketenagalisrtikan, akan membawa efek berganda yang luas terutama guna mendongkrak kinerja sektor industri nasional.

“Keberadaan listrik ibarat jantung bagi kehidupan sektor industri. Itu sebabnya, tidak berlebihan apabila investor yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia selalu menanyakan ketersediaan pasokan listrik,” paparnya.

Recent Posts

Tercatat 24 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Berhasil Pulang ke Tanah Air

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Staf Teknis Urusan Haji terus…

7 menit yang lalu

DPR Desak ASDP Perketat Keamanan Kapal Merak-Bakauheni Jelang Mudik

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti mendorong PT ASDP Indonesia Ferry…

7 jam yang lalu

Konflik Timur Tengah Memanas, Komnas Haji: Keputusan Arab Saudi Jadi Penentu Keberangkatan Haji 2026

MONITOR, Ciputat – Menjelang pemberangkatan kelompok terbang (kloter) perdana ibadah haji 2026 M/1447 H yang…

11 jam yang lalu

Indonesia Jadi Tuan Rumah Pertemuan Uskup Asia Juli 2026

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima audiensi Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Antonius…

11 jam yang lalu

Tegaskan Kepengurusan Sah di Bawah Gugum Ridho Putra, DPP PBB: Tolak Penunjukan Pj Ketum

MONITOR, Jakarta - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Bulan Bintang (PBB), Gugum Ridho…

12 jam yang lalu

Ketua Banggar DPR: Subsidi Salah Sasaran Capai 80 Persen, Bebani APBN

MONITOR, Jakarta - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menyoroti masih tingginya ketidaktepatan…

13 jam yang lalu