Cegah Potensi Gay, KPAI Minta Orangtua Awasi Anaknya Ketat

1025
Retno Listyarti, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan

MONITOR, Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) prihatin atas mencuatnya kasus komunitas gay yang menggunakan aplikasi Facebook (FB) di Garut untuk menarik anggota dengan menyasar anak-anak usia SMP dan SMA/SMK. Pembuat atau pengelola FB telah begitu berani membuat grup terbuka di aplikasi FB.

Sebelumnya, di salah satu SMP di Cikarang Selatan terbongkar grup whatsApp yang berisi chat dan video yang mengandung konten pornografi, grup ini beranggotakan puluhan anak di sekolah yang sama.

“Grup FB di Garut ini memiliki potensi strategis untuk mengkampanyekan gay di kalangan anak-anak atau remaja laki-laki. Anggota grup ini juga cukup mencengangkan, yaitu mencapai 2.6 ribu anggota,” ujar Retno Listyarti, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Selasa (9/10).

Lebih jauh Retno menilai hal tersebut sangat membahayakan, karena kampanye lelaki penyuka sejenis bisa dengan cepat menyebar di kalangan anak lainnya di grup maupun di luar anggota grup.

“Anak-anak belum memiliki orientasi seksual, sehingga grup FB ini berpotensi membangun kekeliruan cara pandang anak terkait orientasi seksualnya,” papar Retno.

Retno menegaskan, fakta tersebut tidak bisa dianggap remeh apalagi dibiarkan, karena grup FB Gay ini sangat meresahkan para orangtua. Masyarakat khawatir bahwa FB Gay ini akan menganggu tumbuh kembang anak, karena anak berpotensi memiliki orientasi seksual sebagai gay.

“Kalau kampanye seperti ini meluas, maka berdampak secara signifikan pada pembentukan orientasi seksual anak yang menyimpang,” tandasnya.

Retno menekankan, sangat diperlukan kepekaan dan kesadaran para guru dan orangtua untuk berpartisipasi aktif dalam mendampingi anak-anaknya. Kontrol orangtua terhadap penggunaan handphone (HP) anak-anaknya sangat penting sebagai upaya pencegahan.

“Ketika orangtua sudah memberikan HP ke anaknya maka orangtua wajib mengontrolnya demi melindungi anak-anak dari berbagai konten kekerasan maupun pornografi,” pungkasnya.