Curhat Prabowo; Dituding Haus Kekuasaan hingga Dilarang Berpidato Keras

1025
Pasangan capres cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (dok: kompas)

MONITOR – Pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto belakangan ini mengejutkan. Putra dari Soemitro Djojohadikusumo ini mengaku diminta tak berpidato dengan lantang dan keras. Baik Prabowo maupun Sandiaga, keduanya memang kerap mengkritisi isu ekonomi di tengah krisis yang terjadi saat ini.

Ketua Umum Partai Gerindra ini mengaku, seseorang datang kepadanya dan memberikan saran agar Prabowo menyampaikan pidatonya dengan suara yang lembut, sejuk dan pelan-pelan. Masukan tersebut seolah menegaskan bahwa mantan Danjen Kopassus tersebut selama ini bersuara dengan keras.

“Saya ini dapat tudingan macam-macam, ada yang bilang saya haus kekuasaan. Ada yang bilang ini dan itu, ada yang sengaja datang ke saya memberi saran pak Prabowo kalau pidato jangan keras-keras, dan dia orang baik dia pendukung saya jadi saya bicara itu yang sejuk, pelan-pelan,” ujarnya saat menghadiri acara tasyakuran Ponpes di Jalan Sukabumi – Cianjur KM 10 Sukalarang, Minggu (7/10) kemarin.

Statemen yang dilontarkan Prabowo tentu mengundang reaksi dari berbagai kalangan, termasuk para pendukungnya. Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade, pun membela kandidat capresnya. Andre sangat meyakini bahwa kritikan tersebut datang dari kubu sebelah, yaitu para pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Kubu sebelah pasti yang minta, ada seseorang yang lobi Pak Prabowo tidak keras-keras. Sekarang juga Pak Prabowo jangan bicara ekonomi. Jangan bicara soal ketampanan,” tutur Andre.

Tak dipungkiri, Prabowo dan Sandi belakangan terus masif mengomentari pelemahan nilai rupiah ditengah melonjaknya kurs dollar AS. Lalu, harga sembako yang terus meroket hingga utang Indonesia yang semakin membengkak.

Sementara itu, kubu pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin pun tersudutkan dengan statemen Prabowo. Seperti Daniel Johan, Wasekjen DPP PKB mendesak Prabowo untuk membuka terang-terangan siapa oknum yang dia maksud. Hal ini untuk meminimalisir kecurigaan publik atas statemen yang dibuatnya.

Daniel sendiri kurang yakin, apabila permintaan agar tak bersuara keras-keras tersebut keluar dari mulut pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin. “Ungkap saja pihak yang dimaksud,” tegas Daniel.

Beda halnya dengan Sekjen PSI, Raja Juli Antoni, yang tak mau pusing mendengarkan statemen Prabowo. Toni, sapaan akrabnya menilai bagaimanapun isi pernyataan Prabowo, jika disampaikan dengan lembut ataupun keras, hal itu tak akan memberikan pengaruh sedikitpun. Pernyataan Toni ini sedikit menyinggung kasus hoax Ratna Sarumpaet yang sempat diutarakan oleh Prabowo dan beberapa rekan pendukungnya.

“Menurut saya, Pak Prabowo mau bicara keras atau lembut sama aja, nggak ngaruh,” cetus Toni.