Ilustrasi IHSG (Foto: Dok Tribun)
MONITOR, Jakarta – Pelemahan nilai tukar rupiah menjadi pendorong koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan Jumat (5/10) sebesar 22,2 poin
“IHSG kembali melemah seiring dengan berlanjutnya pelemahan nilai rupiah terhadap dolar AS,” ungkap Riset PT Samuel Sekuritas di Jakarta.
Pada pembukaan perdagangan, Jumat ini, IHSG melemah 22,2 poin (0,38 persen) ke posis 5.734,38. Sengkan indeks saham unggulan LQ45 turun 0,71 persen menjadi 897,99.
Untuk kondisi global, bursa AS tercatat melemah dengan indeks Dow Jones mencatat koreksi terburuk sejak 10 Agustus 2018 lalu.
Tertekannya bursa disebabkan kenaikan tajam yield 10 tahun treasury-note ke atas level 3,2 persen, tertinggi sejak 2011.
Di sisi lain, pernyataan Gubernur The Fed, Jerome Powell, mengenai potensi kenaikan suku bunga yang lebih banyak di masa depan, menguatkan index dolar AS dan menekan mata uang rupiah.
Dari pasar komoditas, harga minyak Brent turun ke US$84,9 per barel setelah sebelumnya tercatat US$86,3 per barel.
Pelemahan harga minyak dipicu meningkatnya persediaan minyak mentah AS sebesar 1,7 juta barel dan rencana Arab Saudi untuk memompa minyak lebih banyak, untuk menutupi berkurangnya pasokan minyak akibat sanksi AS terhadap Iran yang berlaku November 2018 mendatang.
Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli, menegaskan bahwa ijazah akademik tidak lagi menjadi satu-satunya penentu keberhasilan…
MONITOR, Cirebon - PT TKG, perusahaan manufaktur sepatu mitra Nike asal Korea, berkolaborasi dengan Universitas…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat potensi dan daya saing industri kecil dan menengah…
MONITOR, Lampung – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengapresiasi peran Unit Kemasan Bersama (UKB)…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Praka…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyoroti praktik penagihan utang oleh pihak…