MEGAPOLITAN

Anies Bisa Terseret Kasus Hoak Ratna Serumpaet

MONITOR, Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Ini terkait soal adanya dugaaan Gubernur Jakarta Anies Baswedan bisa terseret dalam kasus penyebaran Hoak yang dilakukan oleh aktivis perempuan Ratna Serumpaet.

Dengan kekuasaannya sebagai orang nomor satu di Jakarta, Anies disebut-sebut ikut memfasilitasi kepergian Ratna Serumapaet ke Chilie. Sementara seperti diketahui Rana Serupaet ditangkap pihak kepolisian dalam hal ini Polda Metro Jaya sebelum di Bandara Soekarno Hatta ketika hendak bertolak ke Chile.

Dari data yang diperoleh MONITOR, Sebelum bertolak untuk menghadiri acara kesianian di Chilie, Ratna Serumpaet ternyata sempat berkirim surat kepada Anies, dalam surat tersebut Ratna Serumpaet meminta agar Anies bisa memfasilitasi kepergiannya ke Chile.

“Surat di buat Ratna Serumpaet ke Anies tertanggal 31 Januari. Surat itu langsung ditanggapi Anies untuk ditindaklanjuti oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta,”ungkap sumber MONITOR dilingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Sumber ini pun menyebutkan, dengan adanya diposisi dari gubernur agar dinas pariwisata segera menindaklanjuti permohonan Ratna Serumpaet bukan tidak mungkin fasilitas itu sudah diterima Ranta.

“Berapa nilainya atau fasilitas apa yang diberikan Pemprov DKI untuk Ratna Serumpaet saya tidak tahu. Mungkin bisa ditanyakan langsung ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan langsung,”terangnya.

Sementara itu dalam keterangan tertulisnya yang di terima MONITOR, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta, mengamini kalau Ratna Serumpaet pernah berkirim surat ke Pemprov DKI dalam kepergiannya ke Chile untuk menghadiri konferensi. Konferensi tersebut rencananya akan berlangsung dari tanggal 7-12 Oktober mendatang.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemprov DKI Jakarta Asiantoro mengatakan, Pemprov DKI pada tanggal 31 Januari 2018 mendapatkan surat permohonan dari Ratna Sarumpaet. Pada suratnya, Ratna meminta untuk difasilitasi kehadirannya pada acara The 11th Women Playrights International Conference 2018 di Santiago, Chili.

Dalam surat dengan perihal permohonan sponsor tersebut, Ratna Sarumpaet menjelaskan bahwa konferensi tersebut adalah kongres tiga tahunan yang digelar di berbagai negara. Ratna mengaku sebagai salah satu anggota senior di kongres tersebut.

“Bu Ratna meminta bantuan sponsor kepada Pak Gubernur untuk mengikuti kegiatan WPI,” ujarnya, Kamis malam (4/10).

Letter of Invitation tersebut dikirimkan ke Ratna tertanggal 17 Oktober 2017. Dalam suratnya panitia penyelenggara mengundang Ratna sebagai salah satu juru bicara dan ikut membagikan pengalamannya kepada para peserta. Serta mengikuti berbagai kegiatan lainnya.

Surat permohonan tersebut kemudian diterima oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada 19 Februari 2018. Kemudian surat tersebut didisposisikan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Recent Posts

Kemnaker Siapkan Pelatihan Berbasis AI bagi 3.100 Pemuda di Padang

MONITOR, Padang — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan pelatihan berbasis AI…

16 jam yang lalu

Kementan Dukung BUMN Bangun Farm GPS Broiler di Malang, Industri Perunggasan Nasional Makin Kuat

MONITOR, Malang — Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus…

1 hari yang lalu

Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Umat Perkuat Harmoni dan Semangat Kebersamaan

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengucapkan selamat memperingati Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus…

2 hari yang lalu

Jazuli Usulkan Sejumlah Penguatan Substansi dalam RUU Satu Data Indonesia

MONITOR, Jakarta - Panitia Kerja (Panja) Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Satu Data Indonesia (SDI)…

2 hari yang lalu

Presiden Prabowo Instruksikan Penurunan Suku Bunga PNM Mekaar Hingga di Bawah 9 Persen

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar suku bunga program Permodalan Nasional Madani (PNM)…

2 hari yang lalu

Cegah Keraguan Publik, Komisi X Tegaskan BPS Harus Sajikan Data Faktual

MONITOR, Surakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati memberikan catatan kritis…

2 hari yang lalu