POLITIK

Ratna Mundur dari Jurkam Prabowo-Sandi, Gerindra: Dia Bikin Malu

MONITOR, Jakarta – Siapa nyana mantan aktivis 98 Ratna Sarumpaet, yang selama ini dikenal bersuara lantang, justru membuat berita bohong. Tak tanggung-tangung, sejumlah elit pendukung Prabowo-Sandi turut menjadi korban kebohongannya. Ratna pun mengklaim, dirinya berhasil menjadi pembuat hoax terbaik yang mampu menggegerkan jagat negeri ini.

Selang beberapa hari kemudian, ibu dari artis Atikah Hasiholan ini mengadakan jumpa pers. Ia akhirnya mengakui kesalahannya telah menyebarkan hoax terkait ada sejumlah orang yang melakukan penganiayaan terhadap dirinya.

Melalui sepucuk surat permohonan maaf yang ditunjukan kepada pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, aktivis perempuan ini pun menyatakan mundur dari tim pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno.

“Sebagai pertanggungjawaban moral saya, atas sikap saya. Dengan ini saya menyatakan mengundurkan diri dari tim juru kampanye nasional (Jurkamnas) tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandaga Uno,” ungkap Ratna Sarumpaet seperti yang dikutip dalam surat pengundur diriannya dari tim Prabowo-Sandi yang sudah tersebar di beberapa media sosial.

Namun demikian, dalam surat pengunduran dirinya sebagai tim pemenangan Prabowo-Sandi. Ratna mengaku akan tetap mendorong kemenangan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019 mendatang.

Sementara itu, sebelum Ratna Sarumpaet menyampaikan surat pengunduran dirinya, kader Gerindra sudah lebih dulu menuntut agar Ratna Sarumpaet mundur dari tim kampanye Prabowo-Sandi.

“Dia sudah bikin malu Pak Prabowo-Sandi, maka sudah sewajarnya dia mundur dari tim kampanye,” ungkap Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta Inggard Joshua.

Ia menegaskan, drama kebohongan Ratna soal penganiayaan hingga mukanya babak belur, sangat merugikan dan berpotensi memecah belah bangsa.

“Disaat bangsa ini sedang berduka atas bencana alam di Sulawesi Tengah dan kondisi politik yang sedang panas, kok bisa-bisanya menyebarkan hoax, menipu pemimpin partai dan pak Prabowo Subianto,” ujar Inggard dengan nada kesal.

Inggard pun mengusulkan, agar Ratna Sarumpaet dilaporkan kepada pihak kepolisian. Agar kasus ini terang benderang dan tidak berlarut-larut.

“Masyarakat juga harus tahu siapa dalang dibalik cerita palsu Ratna Sarumpaet soal penganiayaan itu,” jelas caleg DPRD DKI Jakarta, Dapil 9 Nomor Urut 2 ini.

Inggard yakin, Ratna Sarumpaet tidak bekerja sendiri. Menurutnya, pasti ada sutradara atau tokoh dibalik layar, sehingga Prabowo Subianto dan para pimpinan partai bisa hanyut dalam drama kebohongan Ratna Sarumpaet.

“Bareskrim harus bongkar itu,” pungkasnya.

Recent Posts

Spring Fair 2026 Inggris, UMKM Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp10,76 Miliar

MONITOR, Birmingham - Sebanyak sembilan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia yang mayoritas digawangi…

1 jam yang lalu

Kemenag Gelar Takjil Pesantren, Bahas Proyeksi Santri Masa Depan

MONITOR, Jakarta - Direktorat Pesantren Kementerian Agama menggelar kegiatan Takjil Pesantren yang dirangkai dengan Talkshow…

7 jam yang lalu

Menag Dorong Kader PMII Ambil Peluang Beasiswa Luar Negeri

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima audiensi Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia…

8 jam yang lalu

Kasum TNI dan Menteri PU Tinjau Sabodam dan Huntara di Tapanuli Tengah

MONITOR, Jakarta - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon selaku Wakil Ketua…

10 jam yang lalu

Prof. Rokhmin: Integrasi Ayat Qauliyah dan Kauniyah jadi Fondasi Strategis Pembangunan Agro-Maritim

MONITOR, Bogor - Pembangunan sektor agro-maritim Indonesia harus berakar pada nilai-nilai Qur’ani yang terintegrasi antara…

11 jam yang lalu

Kemenag dan TNI AD Perkuat Ketahanan Sosial Keagamaan melalui STARLING Ramadan

MONITOR, Jakarta - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama kembali menggelar Program Salat Tarawih…

11 jam yang lalu