Pengantin Pesanan, KPAI: Modus Baru Perdagangan Orang

1009
Komisioner KPAI Ai Maryati Solihah memberikan pemaparan dalam kegiatan sosialisasi modus perdagangan orang

MONITOR, Purwakarta – Empat elemen negera menggelar sosialisasi cegah perdagangan orang sekaligus merespon pengaduan yang diduga tindak perdagangan orang yang bermotif pengantin pesanan ke Tiongkok. Acara digelar di Pesantren Al Hikamussalafiyah Cipulus Purwakarta, Kamis (4/10).

Mereka adalah KPAI, KPPA, Polda Jabar dan Pemerintah Daerah Purwakarta. Agenda ini menyasar 200 orang berbagai unsur masyarakat di Purwakarta. Di antaranya, Babinsa, Babinkantibmas, guru, tokoh agama, karang taruna, ibu-ibu PKK dan pelajar kelas 3 SMA.

Menurut Komisioner KPAI, Ai Maryati Salihah, agenda ini bertujuan agar masyarakat lebih paham terkait bagaimana masalah tindak perdagangan orang. “Harus diakui, masalah tindak perdagangan orang harus diperangi bersama. Tidak hanya oleh pemerintah,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya juga mendorong community watch di Purwakarta untuk memutuskan mata rantai perdagangan orang. Serta bersinergi dengan lembaga keagamaan seperti pondok pesantren dan Ormas Keagamaan seperti Fatayat NU Tentunya untuk pro-aktif melawan tindak perdagangan orangan.

 

Lebih jauh, KPPPA dan KPAI juga berkoordinasi untuk kasus yang diduga bermodus Pengantin Pesanan ke Tiongkok dengan bertemu keluarga korban. “Hal ini dilakukan agar upaya penyelesaian kasus segera ditangani oleh pemerintah dan aparat penegak hukum,” pungkasnya.

Saat ini, data pengaduan kasus trafficking dan eksploitasi tahun 2018 mencapai sekitar 200 kasus. Untuk itu pentingnya mendorong perlindungan anak dalam berbagai sektor. Dalam rangka pencegahan anak-anak (remaja) yang rentan terhadap tindak perdagangan orang.