EKONOMI

Bersaing di Era Digital, Kemenperin Siapkan Strategi untuk Industri “Isi Perut”

MONITOR, Jakarta – Sedikitnya ada empat langkah strategis yang dijalankan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam upaya mewujudkan industri makanan dan minuman nasional yang mampu kompetitif di era digital.

“Industri makanan dan minuman merupakan satu dari lima sektor manufaktur yang akan menjadi pionir penerapan industri 4.0 di Indonesia. Sebab, sektor ini konsisten memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional,” kata Plt. Dirjen Industri Agro Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono di Jakarta, Rabu 3 Oktober 2018.

Beberapa langkah tersebut, tambah Sigit, antara lain adalah: Pertama, memfasilitasi perangkat cerdas berupa Cyber-Physical Systems untuk mengintegrasikan jaringan Internet of Things dengan lini produksi agar hasilnya menjadi lebih efisien, optimal dan berkualitas.

Kedua, memperbaiki aliran bahan baku untuk menjaminnya pasokan kepada industri makanan dan minuman. Upaya ini perlu dilakukan melalui kolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait. “Contohnya, menerapkan tekonologi cerdas di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan, seperti melalui sistem pemantauan otomatis atau drone autopilot,” ungkapnya.

Ketiga, mengimplementasikan peta jalan industri 4.0 dengan melibatkan sektor hulu sampai hilir agar terciptanya keterpaduan untuk meningkatkan daya saing industri makanan dan minuman nasional. “Misalnya, menetapkan pilot project bagi produsen yang sudah menerapkan industri 4.0,” lanjut Sigit.

Langkah keempat, yakni Kemenperin akan memberikan pelatihan mengenai upaya peningkatan ekspor serta menggelar pertemuan bisnis dan promosi investasi di sektor industri makanan dan minuman. “Tujuannya adalah untuk menarik investor, meningkatkan kapasitas industri dalam menerapkan industri 4.0, serta memperluas akses ekspor bagi industri makanan dan minuman,” tuturnya.

Sigit meyakini, apabila keempat jurus tersebut terlaksana dengan baik, industri makanan dan minuman nasional mampu menjadi pemimpin di pasar makanan kemasan sederhana hingga medium di tingkat Asean pada tahun 2025. Bahkan, Indonesia diproyeksi masuk dalam jajaran lima besar negara eksportir untuk industri makanan dan minuman di tingkat global pada tahun 2030.

“Oleh karenanya, dibutuhkan langkah sinergi antara pemerintah, pelaku industri dan pihak akademisi karena ke depannya akan memerlukan banyak kegiatan riset untuk menghasilkan inovasi. Untuk itu, kami memberikan apresiasi atas terselanggaranya International Conference on Agro Industry (IcoA),” paparnya.

Sigit menambahkan, bisnis industri makanan dan minuman masih prospektif di masa depan, seiring dengan meningkatnya tingkat kesejahteraan masyarakat serta semakin besarnya kebutuhan makanan dan minuman khususnya produk olahan.

“Pertumbuhan di pasar domestik juga mendukung dalam perbaikan efisiensi produksi sehingga dapat menghasilkan produk yang lebih kompetitif dari sisi harga dan lebih berkualitas sehingga bisa bersaing di pasar Asean hingga global,” imbuhnya.

Berdasarkan catatan Kemenperin, pada triwulan II tahun 2018, pertumbuhan industri makanan dan minuman mencapai 8,67 persen atau melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,27 persen. Bahkan, sektor industri makanan dan minuman mampu memberikan kontribusi tertinggi terhadap PDB industri pengolahan nonmigas hingga 35,87 persen.

Selanjutnya, industri makanan dan minuman juga memberikan kontribusi besar terhadap nilai investasi sepanjang semester I tahun 2018 dengan menyumbang sebesar 47,50 persen atau senilai Rp21,9 triliun untuk penanaman modal dalam negeri (PMDN). Sedangkan, untuk penanaman modal asing (PMA), industri makanan menyetor 10,41 persen (USD586 juta).

Sigit optimistis, dengan implementasi industri 4.0, mampu meningkatkan ekspor produk makanan dan minuman olahan nasional hingga empat kali lipat, dari target tahun ini sebesar USD12,65 miliar akan menjadi USD50 miliar pada 2025. “Industri 4.0 merupakan transformasi dari upaya mengintegrasikan internet dengan lini produksi di sektor industri yang bertujuan untuk mendongkrak produktivitas dan inovasi, mengurangi ongkos produksi, serta meningkatkan ekspor produk domestik,” pungkasnya.

Recent Posts

DPR Ingatkan Potensi Korupsi Dana Rehabilitasi Sekolah di Aceh Tamiang

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi X DPR RI, Abdul Fikri Faqih, menilai kehadiran langsung Menteri…

6 jam yang lalu

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Mentan Amran

MONITOR, Karawang – Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Bintang Jasa Utama kepada Menteri Pertanian (Mentan) Andi…

8 jam yang lalu

Kemenag Pastikan KBM Madrasah di Sumatera Barat Berjalan Baik Pascabanjir

MONITOR, Agam - Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM)…

9 jam yang lalu

Panglima TNI Hadiri Taklimat Awal Tahun 2026 Presiden di Hambalang

MONITOR, Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri Taklimat Awal Tahun 2026 yang…

10 jam yang lalu

Wamenhaj Dahnil: Nol Toleransi Korupsi dan Rente dalam Pengelolaan Haji

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan komitmen…

11 jam yang lalu

Prabowo: 55 Juta Orang Terima Makan Bergizi Gratis per Januari 2026

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan…

13 jam yang lalu