Ilustrasi IHSG (Foto: Istimewa)
MONITOR, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu pagi (3/10), dibuka menguat tipis seiring aksi beli investor secara selektif.
IHSG dibuka menguat 1,74 poin atau 0,03 persen menjadi 5.877,36, sedangkan indeks LQ45 bergerak naik 0,45 poin atau 0,07 persen menjadi 930,11.
Analis senior CSA Research Institute, Reza Priyambada mengatakan, sebagian investor yang melakukan aksi beli dengan memanfaatkan harga saham yang telah bergerak melemah menopang IHSG.
“Penguatan lebih disebabkan faktor teknikal, investor melakukan aksi beli selektif,” katanya.
Kendati demikian, menurut dia, penguatan IHSG relatif terbatas di tengah minimnya sentimen positif yang beredar, terutama dari dalam negeri.
“Investor diharapkan tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat IHSG kembali melemah,” katanya.
Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah, menambahkan sentimen kenaikan harga minyak dan memanasnya perang dagang Amerika Serikat dengan Tiongkok serta sikap Korea Utara tidak akan melakukan denuklirisasi, masih menjadi faktor yang menahan IHSG melaju lebih tinggi.
“Hubungan AS dengan Tiongkok semakin memanas, menyusul pembatalan kunjungan Menteri Pertahanan AS ke Tiongkok akhir bulan ini,” katanya.
Untuk bursa regional, di antaranya indeks Nikkei melemah 59,59 poin (0,25 persen) ke 24.211,02, indeks Hang Seng menguat 25,60 poin (0,09 persen) ke 27.151,98, dan indeks Strait Times menguat 22,16 poin (0,68 persen) ke posisi 3.264,81.
MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…
MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…
MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…
MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa pemerintah dan DPR RI…
MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…