Gempabumi Guncang Donggala, Ini Keterangan BNPB

Satu orang dikabarkan meninggal dunia

1032

MONITOR – Gempa bumi berkekuatan 7.7 Magnitudo (sebelumnya 6.1 M) mengguncang Donggala, Sulawesi Tengah, Jum’at (28/9). Gempa berpusat di darat pada kedalaman dangkal. BMKG awalnya memberi peringatan potensi tsunami.

Terbaru, BMKG telah memutakhirkan kejadian gempa yang semula M 5,9 menjadi M 6 dengan pusat gempa 2 km arah utara Kota Donggala pada kedalaman 10 km pada Jumat, 28 September 2018, pukul 14.00.00 WIB. Sumber gempa berasal dari sesar Palu Koro.

Kepala Pusat Data Komunikasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan berdasarkan analisis peta guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di daerah Donggala IV MMI, Palu III MMI, Poso II MMI). Gempa tidak berpotensi tsunami.

“Posko BNPB telah mengkonfirmasi ke BPBD Kabupaten Donggala terkait dampak gempa. Gempa dirasakan di wilayah Kabupaten Donggala, Kota Palu dan Parigi Moutong. Secara umum gempa dirasakan berintensitas sedang selama 2-10 detik. Gempa dirasakan beberapa kali karena adanya gempa susulan,” kata Sutopo melalui pernyataannya via Whats App kepada media, Jumat (28/9).

“Gempa dirasakan sangat keras terjadi di Kecamatan Sirenja Kabupaten Donggala karena dekat dengan pusat gempa. Beberapa rumah roboh dan rusak akibat gempa. Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah,” tambahnya.

Menurut Sutopo, berdasarkan data sementara dari BPBD Kabupaten Donggala tercatat 1 orang meninggal dunia, 10 orang luka-luka dan puluhan rumah rusak. Korban tertimpa oleh bangunan yang roboh.

“Evakuasi masih dilakukan oleh petugas. Pendataan dan penanganan darurat masih dilakukan. Sebagian masyarakat masih berada di luar rumah. Mereka berada di tempat aman. Gempa susulan masih sering berlangsung,” pungkasnya.