Angka Nol dalam Nomor Urut Capres Cawapres, Siapa Dirugikan?

Penambahan angka nol ini menjadi polemik

1026
Kandidat capres cawapres Jokowi-Ma'ruf dan Prabowi-Sandiaga menunggu di ruangan VIP saat pengambilan nomor urut

MONITOR – Penggunaan angka nol pada nomor urut calon presiden dan wakil presiden peserta Pemilu 2019 tengah menjadi pergunjingan. Sebagian khalayak menilai, dicantumkannya angka nol pada nomor urut capres cawapres akan memudahkan manipulasi di tingkat bilangan binari (komputer). Hal demikian akan membuat kecurangan menjadi lebih mudah.

Dari perdebatan publik, angka binari ini memang tidak mengenal angka 2. Dari bilangan 1 akan kembali lagi ke 0. Pada urutannya adalah, 00 = 0, 01 =1, 10 = 2, 11 = 3. Para pendukung Prabowo-Sandi pun khawatir urutan nomor tersebut akan memudahkan kecurangan di Pemilu 2019 mendatang.

Misalnya ekonom senior Rizal Ramli, yang menduga ada permainan KPU dibalik pencantuman angka nol pada nomor urut capres cawapres. Ia pun meminta penjelasan terkait keputusan penambahan angka nol itu.

“KPU mohon penjelasan mengapa mesti ditambahkan 0 didepan Capres 01 vs 02? Apa karena alasan metafisik? Ajaib, tidak ada di seluruh dunia? Bangsa seharusnya semakin rasional,” kritik mantan Menteri Koordinator Kemaritiman itu.

Beda halnya dengan koordinator juru bicara paslon Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang santai menanggapi polemik angka nol dalam nomor urut capres cawapres. Dahnil mengatakan, pencantuman itu bukanlah kesalahan KPU sebagaimana dituduhkan publik selama ini, melainkan atas permintaan dan negosiasi kubu Jokowi-Ma’ruf Amin.

Dalam statemennya, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu menegaskan, pihak Jokowi khawatir nomor urut 1 dan 2 akan menguntungkan partai politik tertentu. Untuk mengantisipasi ketidakadilan itu, pendukung Jokowi meminta KPU untuk menyisipkan urutan angka nol pada nomor urut.

“Koalisi Jokowi-Kiai Ma’ruf Amin meminta persetujuan pak Prabowo dan Bang Sandiaga Uno terkait nomor urut 1 dan 2. Dimana koalisi Jokowi merasa tidak nyaman dengan nomor urut 1atau 2, karena hanya akan menguntungkan salah satu partai, akhirnya dengan besar hati pak Prabowo menerima,” kata Dahnil Anzar.

Saat berada dalam ruangan VIP jelang pengundian nomor urut, dikatakan Dahnil, Prabowo dan Sandi diminta masuk ruangan VIP untuk bertemu Jokowi-Ma’ruf Amin beserta partai pendukungnya. Dahnil menambahkan, disitulah koalisi Jokowi bernegosiasi agar dicantumkan angka nol dalam nomor urut.

Lantas, apakah keputusan KPU itu akan merugikan pasangan Prabowo-Sandi, sebagaimana dituduhkan netizen?

Sebagai Jubir Prabowo-Sandi, Dahnil menegaskan bahwa kandidat capres cawapresnya menerima dengan ikhlas dan tidak memperpanjang persoalan itu. Ia bahkan menyatakan kesepakatan tersebut tidak akan mempengaruhi suara yang nantinya diraup oleh pasangan nomor urut dua, Prabowo-Sandi.

“Dengan ikhlas tanpa perlu buruk sangka pak Prabowo dan bang Sandiaga Uno oke,” tegas Dahnil.