PERTANIAN

Jeruk Oranye Indonesia siap jadi Kompetitor Jeruk Impor

MONITOR – Jeruk merupakan salah satu komoditas buah yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan memiliki potensi pasar yang bagus khususnya jeruk berwarna kuning. Permintaan akan jeruk sangat tinggi khususnya pasar di kota – kota besar, namun sampai saat ini pasokan jeruk nasional belum mampu memenuhi kebutuhan.

Berdasarkan data produksi jeruk khususnya Siam/Keprok, dari tahun ke tahun produksinya menunjukkan tren positif dengan besaran volume mencapai 2.165.184 ton pada tahun 2017. Ini meningkat 44.50 % jika dibandingkan 5 tahun silam atau tahun 2012 dengan volume 1.498.394 ton.

“Program pengembangan kawasan dengan ekstensifikasi luas areal pertanaman kawasan jeruk memberikan stimulasi peningkatan produksi yang signifikan”, ucap Sarwo Edhy, Direktur Buah dan Florikultura.

Pengembangan jeruk nasional ke depan diharapkan mampu memecahkan permasalahan – permasalahan agribisnis jeruk. Di antaranya mampu meningkatkan produksi, produktivitas dan kualitas jeruk. Selain itu dapat memproduksi jenis atau karakter jeruk yang diinginkan, meningkatkan kualitas jeruk sesuai keinginan konsumen dan dapat memperbaiki tata niaga jeruk. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah dapat memenuhi informasi ketersediaan jeruk di sentra produksi dan kebutuhan di pasar induk.

“Lembaga penelitian diharapkan mampu menciptakan teknologi budidaya maju jeruk yang efisien, murah, efektif dan aplikatif, sehingga produk jeruk nasional dapat berdaya saing”, lanjut Sarwo.

Merujuk pada volume impor, apabila dibandingkan dengan volume produksi nasional lima tahun terakhir maka kisaran impor hanya sekitar 1,49% atau setara dengan 26.000 ton. Angka ini didominasi jeruk warna oranye di antaranya Murcot, Clementine, Kino, Ponkan, Mandarin, Valencia Neval dan lain – lain.

“Jika substitusi impor jeruk benar – benar akan direalisasikan, maka Indonesia memiliki peluang besar untuk mengurangi, mengganti bahkan menutup impor jeruk warna oranye”, tambahnya.

Meski demikian dirinya memahami permasalahan impor bukan sekedar hitungan volume namun termasuk di dalamnya pertimbangan politis, hubungan bilateral, kerjasama perdagangan, barter barang dan hal lain.

Jika bahasan pengembangan Jeruk untuk upaya substitusi impor berdasarkan target produksi, maka hitungan kebutuhan lahan untuk penumbuhan jeruk dengan asumsi populasi per ha 400 pohon dan rerata hasil per pohon 40 – 60 kg/pohon per tahun, maka Indonesia memerlukan ekstensifikasi varietas jeruk warna oranye seluas 900 -1.400 Ha.

Varietas jeruk warna oranye Indonesia yang memiliki keunggulan spesifik di antaranya adalah Jeruk Rimau Gerga Lebong (Bengkulu), Jeruk Keprok Batu 55 (Malang), Jeruk Siompu (Sultra), Jeruk Keprok Soe (NTT), Jeruk Orange Parahyangan (JOP/Fremong) dan Jeruk Siem Karo.

“Jika jeruk-jeruk tersebut bisa kita kembangkan, maka tidak menutup kemungkinan Sunkist, Murcot dan Navel atau apapun warna dan bentuknya, bukan mustahil akan tergantikan oleh jeruk-jeruk oranye asli Indonesia”, tutupnya.

Recent Posts

IPW Desak Kortastipidkor Polri Usut Tuntas Kasus Penggeledahan di Cipete, Minta Panglima TNI Tarik Pasukan Penjaga Rumah Jampidsus

MONITOR, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) meminta Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama…

17 menit yang lalu

Menteri UMKM: Mayoritas Pengemudi Ojol Pilih Jadi Bagian dari Usaha Mikro

MONITOR, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menemui ratusan pengemudi ojek…

20 menit yang lalu

IPW: Kortastipidkor Polri Bongkar Kejahatan Besar, Diduga Ungkap Mafia Perkara dan Korupsi Rp5 Triliun

MONITOR, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) menilai langkah Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri…

11 jam yang lalu

Usulan Penyesuaian BPIH 2027, Wamenhaj: Upaya Minimalkan Beban Biaya Jemaah, Akan Dibahas Bersama DPR

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengusulkan perubahan komposisi pembiayaan dalam Biaya…

15 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perluas Pemanfaatan AI untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk memperluas pemanfaatan…

15 jam yang lalu

Komisi III DPR Minta Polri Cari Pihak Bertanggung Jawab di Korupsi Batu Bara yang Picu Blackout: Bongkar Seluruh Jaringannya!

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah mendukung investigasi total dugaan korupsi pemenuhan…

15 jam yang lalu