SBY Lelah, 10 Tahun Dirundung Skandal Bank Century

Prabowo Subianto duduk bersilah bersama SBY dan Presiden Jokowi

MONITOR, Jakarta – Asia Sentinel, media asal Hongkong yang diduga menabuh genderang perang berisi fitnah kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan partai Demokrat akhirnya melayangkan permintaan maaf. SBY sendiri sudah membacanya.

Selain meminta maaf, Asia Sentinel juga telah mencabut artikel tentang skandal Bank Century yang ditulis John Berthelsen.
Akan tetapi SBY terlanjur sakit hati, ia tetap akan meneruskan misi investigasi terhadap tudingan yang disebutnya sebagai fitnah keji itu.

“Namun, misi kami belum selesai. Ini seperti puncak gunung es. Masih banyak misteri dan teka-teki yg harus dijawab dan dibongkar,” ujar SBY dalam keterangan resminya di Twitter, Kamis (20/9).

Ketua Umum Partai Demokrat ini menyatakan, skandal ini telah melibatkan elemen asing dan bangsa sendiri. SBY menegaskan, tim investigasi akan terus bekerja di dalam dan di luar negeri, hingga kasus tersebut tuntas.

“Hasilnya akan saya laporkan kepada rakyat Indonesia. Kita tentu tak ingin Indonesia yang kita cintai ini jadi sarang produksi dan distribusi fitnah dan hoax,” kata SBY.

Ya, mantan Presiden RI ke-6 itu memilih untuk membongkar kasus yang telah mengendap sepuluh tahun silam. Menurutnya, jika teka-teki skandal Bank Century tidak dituntaskan, maka fitnah keji akan terus menerus ‘menghantui’ keluarga Cikeas.

“Kalau tidak dibongkar sampai akar-akarnya, setiap saat fitnah keji ini akan dimunculkan lagi. Saya sudah lelah dan bersabar selama 10 tahun,” ungkap SBY.

“Sesuai dgn konstitusi kita (UUD 1945), sebagai warga negara, saya berhak mendapatkan perlindungan atas kehormatan dan martabat saya,” sambungnya.