MEGAPOLITAN

PKPU dibatalkan MA, M. Taufik lega bisa kembali Nyaleg

MONITOR, Jakarta – Ketua DPD Partai Gerindra Jakarta, M Taufik bersyukur, mimpinya untuk maju sebagai caleg di pilpres 2019 terwujud menyusul adanya putusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan Peraturan KPU (PKPU) no 26 tahun 2018 Tentang larangan mantan narapida kasus korupsi maju sebagai caleg.

“Ya, Alhamdulilah, saya sangat bersyukur, saya bisa kembali mencalonkan diri sebagai wakil rakyat Jakarta dan putusan Mahkamah Agung (MA) ini memang sudah tepat,”ujar Taufik singkat.

Hal senada diungkapkan kuasa hukum Taufik, Yupen Hadi. Ia mengatakan kalau putusan MA menggugurkan PKPU sudah benar.

“Sama seperti apa yang dirasakan Pak Taufik, kami pun dari tim kuasa Pak Taufik merasa bersyukur dengan keluarnya putusan MA ini, kata Yupen.

Disebutkan Yupen, keputusan MA yang membatalkan PKPI sudah sejalan dengan Undang-undang sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) no 71/PUU-XIV/2016 yang memperbolehkan mantan nnarapidana menjadi calon legislatif, sehingga ia menilai putusan MA sudah benar sesuai konstitusi.

“Konstitusi kita memang membolehkan, eks napi korupsi untuk dipilih kembali untuk mencalonkan diri sepanjang dia mengumumkan kepada publik. Keputusan MA untuk membatalkan PKPU itu sudah benar, karena PKPU itu mengandung norma yang bertentangan dengan undang-undang dan konstitusi kita,” tandasnya.

Lebih lanjut dikatakan Yupen, pihaknya juga sangat menghargai keputusan MA dikeluarkan dengan waktu yang tepat sebelum penetapan Daftar Calon Tetap (DCT) oleh KPU pada tanggal 20 september mendatang.

Sehingga ia berpendapat keputusan ini masih memiliki nilai manfaat bagi para bakal calon legislatif (Bacaleg).

“Karena MA memutuskan perkara ini disaat DCT belum ditetapkan, artinya putusan ini masih memiliki nilai manfaat. Batas waktujya tanggal 20, artinya masih bisa digunakan oleh orang banyak. ya bayangkan kalau diputus setelah DCT, artinya gak ada nilai manfaat hanya untuk putusan yang akan datang,” kata dia.

Ketika ditanya bagaimana jika nantinya masih ada pihak yang mencoba mengajukan banding hasil Judicial Review ini ke Mahkamah Konstitusi (MK) ?

Dijawab Yupen, bahwasanya putusan MA itu sudah bersifat final dan mengikat.

“Putusan judicial riview itu kan final dan mengikat, tidak ada lagi proses di atasnya,” pungkasnya.

Recent Posts

Singgung Kecelakaan Kereta Hingga Kasus Daycare, Puan Dorong Peningkatan Perlindungan Pekerja di May Day 2026

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menekankan peningkatan perlindungan pekerja di peringatan Hari…

1 jam yang lalu

Waka DPR Cucun: Aspirasi Buruh di May Day 2026 Tunjukkan Kesejahteraan Rakyat Harus Dijaga Lewat Keadilan Bagi Pekerja

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menekankan pentingnya kebijakan yang melindungi…

1 jam yang lalu

Waka DPR Cucun Soroti Sering Terjadinya Kekerasan Pada Anak di Daycare: Sistem dan Pengawasan Masih Lemah

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyoroti sistem dan pengawasan yang lemah terhadap fasilitas…

1 jam yang lalu

Pemerintah Perkuat Perlindungan Pekerja, Permenaker 7/2026 Batasi Alih Daya

MONITOR, Jakarta - Pemerintah memperkuat perlindungan dan kepastian hukum bagi pekerja alih daya (outsourcing) melalui terbitnya…

3 jam yang lalu

Pengosongan Rumah Dinas Mabes TNI di Slipi Disebut Berjalan Tertib

MONITOR, Jakarta Barat – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) melaksanakan penertiban dan pengosongan 12…

3 jam yang lalu

Jasa Marga Siaga Libur Panjang Hari Buruh 2026, Prediksi Lalin Jabotabek Naik 3,4 Persen

MONITOR, Jakarta — PT Jasa Marga (Persero) Tbk memastikan kesiapan layanan operasional jalan tol di seluruh…

3 jam yang lalu